KEPANJEN – Polres Malang mengungkap, ada tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas (lantas) di Kabupaten Malang. Yakni Jalan Raya Karangpandan (Pakisaji-Kepanjen), Jalan Raya Wadanpuro Bululawang, dan Jalan Dr Sutomo Lawang.
Munculnya tiga rawan tersebut berdasarkan jumlah kejadian selama Operasi Ketupat Semeru 2024, 4-16 April lalu. Dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari tersebut, polres mengidentifikasi 19 kejadian.
Angka kecelakaan tersebut mengalami penurunan dibanding Operasi Ketupat Semeru 2023 lalu. Tahun lalu ada 28 kejadian. ”Artinya penurunan yang terjadi mencapai sekitar 32 persen,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna.
Dari 19 kejadian tersebut, dia mengatakan, ada 32 korban luka ringan dan empat luka berat. ”Dua orang meninggal dunia,” kata Joko.
Sedangkan selama 2023 lalu, dari 28 kejadian kecelakaan, korbannya 50 orang luka ringan dan satu luka berat. Sedangkan korban meninggal dunia ada tiga orang. ”Mayoritas korban laka lantas ialah pengendara roda dua,” katanya.
Menurutnya, terdapat banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya angka laka lantas. Salah satunya, kesiapan Satlantas Polres Malang menghadapi arus mudik dan arus balik. “Kami juga melakukan penyuluhan dan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas secara masif kepada seluruh pengendara,” katanya.
Selain itu, dia melanjutkan, petugas juga menggelar personel di titik rawan trouble spot dan black spot. Sehingga pengendara bisa lebih waspada ketika melintas. “Pemasangan rambu-rambu setiap jalur mudik maupun jalur wisata,” ucap dia. (iza/dan)
Editor : Mahmudan