KEPANJEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang memprediksi, bulan depan sudah memasuki musim kemarau. Hal itu terlihat dari tanda-tanda mulai menurunnya curah hujan. Selain itu, angin juga sudah tertiup dari arah timur yang lazim terjadi setiap musim kemarau.
Staf Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang Andang Kurniawan mengatakan, gambaran warna-warna pada di peta yang menentukan prediksi curah hujan. Terlihat pada bulan April cenderung ke kuning+hijaun yang menunjukkan skala hujan tersebut.
Sementara awal Mei, dia mengatakan, prediksinya warna pada peta lebih ke merah dan cokelat. Hal itu menunjukkan skala curah hujan rendah. “Memasuki bulan Mei, insya Allah sudah lebih cerah,” katanya.
Dia mengatakan, salah satu tanda musim kemarau apabila curah hujan di bawah 50 mm/dasarian. Juga diikuti dua dasarian berikutnya. Sehingga totalnya di bawah 150 mm/bulan.
Pada saat seperti ini, dia melanjutkan, masyarakat diminta tetap waspada selama masa peralihan musim dari hujan ke kemarau. Selain bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi, seperti longsor maupun pohon tumbang, juga ada wabah musiman yang perlu menjadi perhatian. ”Misalnya demam berdarah. Setelah hujan, banyak menggenang air. Waspada perkembangan nyamuk,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti yang diberitakan, selama tiga bulan pertama pada 2024, terdapat 905 kasus DBD dengan 10 kematian. Mereka melakukan komunikasi, edukasi dan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kewaspadaan penyakit DBD. Terlebih di musim hujan banyak induk nyamuk yang harus diberantas.(iza/dan)
Editor : Mahmudan