SINGOSARI – Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat mulai berburu hewan kurban. Kondisi tersebut dimanfaatkan para pedagang sapi.
Kemarin (26/4), pasar hewan di Singosari dipenuhi sapi. Beberapa pembeli bertransaksi dengan pedagang. Kebanyakan mereka masih menawarkan sapinya supaya bisa dipesan terlebih dahulu.
“Nanti kalau semakin mendekati Hari Raya Idul Adha, harganya sangat mahal. Makanya, orang-orang sekarang pesan dulu,” ujar Sarkam, salah satu belantik sapi kemarin (26/4).
Saat ini dia bersedia melepas sapinya dengan harga Rp 27 juta. Namun ketika mendekati Hari Raya Idul Adha nanti, dia menaikkan harganya. Minimal berkisar Rp 30 juta. Kenaikan harga itulah yang membuat pembeli memilih memesan dulu.
“Jika sudah pesan, sapinya kami beri tanda. Kemudian dikirimkan sesuai alamat pembeli ketika menjelang Hari Raya,” lanjut pria domisili Desa Klampok, Singosari itu.
Sarkam menyebutkan, sapi yang paling laris yakni sapi jantan dengan harga sekitar Rp 25 juta per ekor. Sesuai ketentuan, sapi tersebut minimal berusia dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Jika sekarang masih Rp 25 juta, biasanya harganya akan naik menjadi Rp29 juta ketika mendekati Idul Adha. Dengan demikian, peningkatan harga sapi kurban bisa mencapai Rp 3-4 juta per ekor.
Sementara penjaga Pasar Hewan Singosari Andreanto menyebutkan, sejak minggu lalu, pasar sudah mulai ramai. Setiap pasar dibuka, yakni Senin dan Jumat, selalu penuh oleh hewan ternak, baik sapi yang dipasarkan di bagian utara maupun kambing di bagian selatan.
“Kalau kambing, dari yang biasanya sekitar 100 sampai 200 ekor, kini bisa sampai 300 ekor. Sedangkan kalau sapi bisa sampai 200 ekor per hari,” kata dia. Sehingga, jika ditotal, sekitar 500 ekor kambing dan sapi ditawarkan. (yun/dan).
Editor : Mahmudan