Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Museum Singhasari Malang Sedot 2.048 Pengunjung

Mahmudan • Rabu, 1 Mei 2024 | 15:10 WIB
WISATA SEJARAH: Pengunjung yang didominasi pelajar dan mahasiswa mendengarkan paparan terkait Kerajaan Singhasari.
WISATA SEJARAH: Pengunjung yang didominasi pelajar dan mahasiswa mendengarkan paparan terkait Kerajaan Singhasari.

 

SINGOSARI – Setelah pandemi Covid-19, Museum Singhasari kembali ramai. Sepanjang 2023 lalu terdapat 8.000-9.000 orang yang mengunjungi wisata sejarah itu. Sementara pada 2024, dalam kurun empat bulan saja berhasil menyedot 2.048 pengunjung. Sebanyak 1.615 di antaranya adalah pelajar.

“Kami terbantu dengan diterapkannya kurikulum merdeka. Jadi, siswa-siswi itu kerap dikirim ke museum untuk belajar sejarah,” ujar Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Yossy Indra Hardyanto kemarin (30/4).

Kemarin, kunjungan datang dari SDN Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dan MAN Batu. Mereka menerima pembelajaran terkait sejarah Kerajaan Singhasari serta peninggalan-peninggalannya. Untuk menambah semangat, pihak museum memberikan souvenir kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan. ”Selain itu, beberapa kali juga ada mahasiswa yang membuat proyek di museum,” kata Yossy.

Proyek tersebut biasanya berupa penelitian benda bersejarah. Sudah ada sekitar 118 mahasiswa yang berkunjung ke Museum Singhasari. Selain itu, dia mengatakan, juga tamu umum yang biasanya berasal dari luar Kabupaten Malang. Awal tahun ini, ada sekitar 313 pengunjung umum yang ingin belajar tentang Singosari. Pada April 2024 ini, juga tercatat dua pengunjung dari mancanegara.

Meski termasuk kategori umum, mereka tetap akan mendapat pendampingan dari edukator. Mereka akan dijelaskan terkait sejarah Kerajaan Singhasari sekaligus berdiskusi tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. “Kami juga tidak memberi batasan kepada mereka. Entah satu atau dua jam lamanya berdiskusi, kami bebaskan,” pungkasnya. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#wisatawan #malang #singhasari #Museum Singhasari