KEPANJEN – Pemkab Malang ditarget memasok kebutuhan komoditas untuk program makan siang gratis. Setidaknya, menyediakan 20 persen dari total kebutuhan. Hal itu disampaikan Bupati Malang H M. Sanusi di sela menerima kunjungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin.
“Dari total produk pertanian, kami harus sanggup. Kami akan tingkatkan produk-produk sesuai kebutuhan pangan nasional, bahkan kami upayakan lebih,” ujar Sanusi
Untuk diketahui, produksi padi di Kabupaten Malang mencapai sekitar 484 ribu ton per tahun. Sedangkan kebutuhannya sekitar 400 ribu ton per tahun. Sehingga surplus sekitar 84 ribu ton per tahun.
Selain beras, dia mengatakan, kebutuhan bahan pokok lainnya juga sudah mencukupi. Salah satunya produksi 143 ribu ton susu per tahun. Dengan produksi tersebut, Kabupaten Malang telah berkontribusi menyumbang 31,06 persen pangan di Jawa Timur.
Contoh lain yakni produksi daging ayam yang mencapai 40 ribu ton per tahun. “Kami punya pemotongan ayam. Satu jam bisa sekitar 4.000 ekor. Itu bisa memproduksi 25 ton daging ayam,” tutur orang nomor satu di Pemkab Malang itu.
Dengan diterapkannya program makan siang gratis, Sanusi berharap petani juga bisa meningkatkan pendapatan. Terlebih, Kabupaten Malang juga ditarget mampu memenuhi kebutuhan pangan tingkat provinsi. Kemudian, kualitas produk-produk juga semakin meningkat. Itu seiring dengan adanya bantuan dan pembinaan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris Irjen Kemenhan Mayjen TNI (Purn) Yos Triyoso menyampaikan, terdapat beberapa potensi yang akan dikejar. Di antaranya pabrik susu Greenfield; pabrik susu masyarakat, KOP SAE Pujon, pertanian alpukat, pertanian padi, dan pertanian tebu. “Potensi-potensi itu yang harus dilakukan penebalan luasan kegiatan perkebunannya,” ucap dia.
Setidaknya pada Oktober depan, program makan siang gratis segera dimulai. Namun, sejauh ini Kabupaten Malang menjadi daerah pertama yang menjadi sasaran program. Sedangkan, daerah lain masih belum bisa ditentukan. (yun/dan).
Editor : Mahmudan