KARANGPLOSO – Bank Jatim tidak hanya melayani transaksi keuangan domestik, tapi juga internasional. Namun belum semua eksportir di Kabupaten Malang memanfaatkan layanan tersebut.
”Pelayanan transaksi inter nasional sudah ada sejak 2013 silam. Namun beberapa tahun terakhir kami bertahap me lakukan sosialisasi,” ujar Pimpinan Cabang Bank Jatim Kepanjen Five Seodisa Adha Purnama Hidayat saat bincang bisnis valuta asing di Hall Shanaya Resort, Karangploso, kemarin (8/5).
Untuk diketahui, valuta asing (valas) adalah transaksi mata uang suatu negara dengan negara lain. Vice President Bidang Tresuri Bank Jatim R. Wahyu Tedja kusuma menambahkan, terdapat dua jenis valas di Bank Jatim. Di antaranya telegraphic transfer yang dilakukan secara non-fisik, salah satunya melalui rekening valas. Kemudian bank notes yang dilakukan secara fisik. “Kami melayani transaksi untuk sembilan mata uang, seperti USD, AUD, CNY, EUR, GBP, HKD, JPY, SGD,” kata dia.
Sementara untuk bank notes, dia mengatakan, terdapat tambahan mata uang Ringgit Malaysia (MYR) dan Riyal Saudi Arabia (SAR). Layanan Bank Jatim juga online yaitu Jconnect Remittance Bank Jatim di tiga negara. Yakni Malaysia, Hongkong, dan Taiwan. “Kalau nasabah membutuhkan mata uang lain, akan diusulkan,” lanjutnya.
Bank Jatim juga memaparkan, terdapat kelebihan ketika transaksi melalui bank note. Yakni nilai yang lebih kompetitif. Kemudian, ketika transaksi di atas Rp 25 juta, akan mendapatkan nego rate untuk nilainya. Pihaknya juga bekerja sama dengan Money Transfer Operation (MTO) untuk mempermudah transfer uang dari luar negeri.
Seperti Touch n Go dari Malaysia, Chandra Remittance dari Hongkong dan IndoGo dari Taiwan. Sementara itu, terdapat lima layanan devisa Bank Jatim. Antara lain ekspor dan impor, forrex exchange, remittance, DPK Valas, dan lending. ”Dengan layanan lending, kami menyediakan modal kerja, investasi, dan bank garansi bagi pelaku usaha,” kata Wahyu.
Salah satu program Bank Jatim dalam meningkatkan kegiatan ekspor yakni desa pendulum devisa. Vice President Inter national Banking R. Wahyu Kusuma Wisnubroto men jelaskan, pihaknya membentuk suatu desa agar berdaya secara keseluruhan. Mulai dari komoditas unggulan yang berkualitas hingga mampu menggerakkan sebagai pendulum terciptanya kegiatan ekspor.
“Oleh karena itu, harus ada off taker (pembeli) yang me lakukan perdagangan produk-produk dari desa secara internasional,” kata dia. Dengan demikian, dia melanjutkan, satu desa tersebut berdaya secara keseluruhan menjadi pendulang devisa secara bersama-sama.
Kegiatan itu juga menghadirkan perwakilan pelaku ekspor di Kabupaten Malang. Di antaranya produsen kopi yang ekspor ke Eropa serta frozen food sayur dan ikan yang ekspor ke Hong kong. Keduanya berasal dari Dampit. Saat ini mereka menjadi binaan Bank Jatim Cabang Kepanjen.
Bank Jatim juga mendukung para pengusaha binaannya dengan bekerja sama dengan kementerian perdagangan untuk melakukan pemasaran menggunakan Inaexport.id. (yun/dan)
Editor : Mahmudan