Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Bakal Ajukan Penambahan Guardrail di Jalur Ngadas Poncokusumo

Bayu Mulya Putra • Kamis, 16 Mei 2024 | 17:38 WIB

 

BAKAL DIPERHATIKAN: Lokasi kecelakaan di Desa Ngadas termasuk jalur ekstrem yang menurun. Sayangnya, belum ada pagar pembatas di jalur tersebut.
BAKAL DIPERHATIKAN: Lokasi kecelakaan di Desa Ngadas termasuk jalur ekstrem yang menurun. Sayangnya, belum ada pagar pembatas di jalur tersebut.

MALANG - Kasus kecelakaan yang terjadi di Desa Ngadas Senin malam (13/5) mendapat atensi khusus dari Satlantas Polres Malang.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, mereka bakal mengusulkan pemasangan guardrail atau pagar pengaman di jalur tersebut.

Saat ini memang terdapat pembatas di beberapa titik.

Namun itu belum mencukupi.

Sebab, jalur di Desa Ngadas termasuk ekstrem karena banyak yang curam.

”Karena itu, untuk penambahan guardrail di (bagian) atas akan kami ajukan ke dishub,” kata Kasat Lantas Polres Malang AKP Adis Dani Garta.

Di lokasi kecelakaan, terlihat pembatas yang digunakan berasal dari rangkaian roda motor bekas yang disusun dengan tali kawat.

Ban-ban itu ditahan oleh kayu yang ditancapkan.

Terlihat, bekas kerusakan akibat laka lantas kemarin membuat bagian tengahnya miring.

Jika yang mengalami rem blong adalah sepeda motor, mungkin bisa tertahan oleh pembatas tersebut.

Namun karena terbuat dari ban motor, Adis menyebut bila kekuatannya tak mampu menahan benturan mobil.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Willy Deny Permana, mengatakan awalnya tahun ini memang tak ada rencana penambahan guardrail.

Dengan adanya kejadian itu, pihaknya bakal melakukan peninjauan ke lokasi.

Kalau dinilai perlu, bakal diupayakan pengajuan saat perubahan anggaran keuangan (PAK).

Terkait rambu-rambu lalu lintas, dia memastikan bila di sana sudah cukup lengkap.

Berbagai rambu sudah tersedia di jalur tersebut. Dimulai dari wilayah Gubugklakah hingga Ngadas. ”Saat bulan Ramadan juga kami tambah,” kata dia.

Sementara itu, Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono memastikan bila pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak dishub dan bina marga sebagai tindak lanjut dari kecelakaan tersebut.

”Kebetulan tadi (kemarin) kami rapat dengan bapak Bupati. Beliau juga menginstruksikan kepada dishub dan bina marga untuk memberikan tambahan PJU di sepanjang jalan Gubugklakah sampai Ngadas,” tuturnya.

Ya, selain pagar pengaman, penerangan di jalur tersebut juga perlu diperhatikan.

Sebab, kecelakaan yang membuat empat orang meninggal itu terjadi pada pukul 18.00, saat penerangan mulai minim.

Kepala Dishub Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengakui bila rambu-rambu lalu lintas di sana masih kurang.

”Kami upayakan untuk melengkapinya melalui pengadaan,” kata dia.

Pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menjelaskan bila rambu-rambu lalu lintas sangat diperlukan di medan yang ekstrem.

Utamanya di jalur menuju tempat wisata.

Seperti peringatan tanjakan, turunan, tikungan tajam, pengurangan kecepatan, hingga imbauan menggunakan gigi satu.

”Imbauan tertulis memang belum ada. Karena biasanya yang melintas di sana sudah terbiasa,” lanjut Bambang.

Sayangnya, realisasi penambahan rambu-rambu di jalur menuju Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) itu belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Sebab, penganggarannya belum masuk dalam APBD Kabupaten Malang 2024.

”Kalau memungkinkan, kami akan lakukan pengadaan saat PAK 2024 mendatang,” pungkasnya. (iza/yun/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan poncokusumo #ngadas #malang