Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cerita Kerabat Edy Kresna Handaka, Satu-satunya Korban Jiwa dari Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari Malang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 23 Mei 2024 | 16:22 WIB

 

PENSIUNAN: Jenazah guru SMP PGRI 1 Wonosari Edy Kresna Handaka, 62, tiba di rumah duka di Gang Telu 16-9, Talangagung, Kecamatan Kepanjen, kemarin pukul 13.00.
PENSIUNAN: Jenazah guru SMP PGRI 1 Wonosari Edy Kresna Handaka, 62, tiba di rumah duka di Gang Telu 16-9, Talangagung, Kecamatan Kepanjen, kemarin pukul 13.00.

NABILA AMELIA

SEJAK Rabu pagi (22/5), rumah di Gang Telu 16-9, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen sudah dipadati pelayat.

Kebanyakan yakni guru-guru SD Negeri Plaosan 1 dan SD Negeri Plaosan 5, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Mereka merupakan rekan-rekan Edy Kresna Handaka, satu dari 14 korban kecelakaan di KM 695+400 jalur A Tol Jombang–Mojokerto atau Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pihak keluarga juga menunggu kedatangan jenazah Edy. Salah satunya adalah kakak iparnya, Muhammad Idris.

Idris bercerita bahwa keluarga mengetahui kabar meninggalnya Edy dini hari kemarin pukul 04.00.

Sebenarnya, adik iparnya itu sempat menolak ikut study tour sejak Minggu (19/5).

Ini karena Edy ingin mendampingi proses perbaikan gedung SMP PGRI 1 Wonosari.

”Itu cerita istrinya Nurwati,” terangnya.

Namun, entah bagaimana ceritanya Edy akhirnya ikut.

Idris berpikiran, Edy memutuskan untuk ikut study tour karena menjadi sosok yang dituakan dan sudah berstatus pensiunan.

Idris mengenang pria berusia 62 tahun itu sebagai sosok yang baik hati.

Dia aktif di berbagai organisasi seperti PGRI Kabupaten Malang dan koperasi.

Edy juga sudah menjadi guru sejak 1985.

Saat itu, dia mengawali karier sebagai guru di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, selama 10 tahun.

Selanjutnya, Edy pindah mengajar ke Kecamatan Wonosari.

Ini karena dia diminta mertuanya yang sudah berusia lanjut.

Edy dibantu pindah ke Kecamatan Wonosari oleh Idris yang kebetulan sama-sama berkecimpung di instansi pendidikan.

”Sama mertua sudah disiapkan rumah di Desa Ngebruk, Sumberpucung. Tapi Pak Edy memilih untuk usaha sendiri dulu hingga bisa membeli rumah di Desa Talangagung,” terang Idris.

Edy bersama istrinya yang bernama Nurwati akhirnya menghuni rumah di Desa Talangagung sejak 20 tahun silam.

Rumah itu dibeli Edy dengan harga Rp 40 juta.

Di Kecamatan Wonosari, Edy sempat menjadi kepala sekolah di SD Negeri Plaosan 1 dan SD Negeri Plaosan 5.

Tepatnya mulai tahun 2017 sampai 2022.

Setelah itu, Edy lanjut mengajar di SMP PGRI 1 Wonosari.

Selain Nurwati, Edy juga meninggalkan tiga orang anak.

Anak pertama, yakni Nuruddin Septiawan, yang mengajar di SMK Muhammadiyah Kepanjen.

Lalu anak kedua bernama Alief Armansyah dan anak terakhir Bunga Ayu Wilaswati.

”Anak terakhirnya sudah mau menikah,” beber Idris.

Idris sendiri terakhir bertemu Edy pada Minggu tanggal 19 Mei, saat Edy berkunjung ke rumah peninggalan mertua di Desa Ngebruk.

”Kebetulan, rumah peninggalan mertua yang diwariskan ke keluarga Pak Edy letaknya bersebelahan dengan rumah saya,” tambahnya.

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan di jombang #SMP PGRI 1 Wonosari #Kecelakaan di Malang