PONCOKUSUMO – Desa Wisata Gubugklakah di Poncokusumo terancam turun kasta, dari status mandiri menjadi maju. Itu karena belum ada perkembangan dalam mengelola desa wisata. Utamanya dari sisi sumber daya manusia (SDM) pengelola desa.
Untuk diketahui, ada tiga desa wisata mandiri yang diproyeksikan menjadi mandiri berkelanjutan. Yakni Desa Wisata Sanankerto di Kecamatan Turen yang menonjolkan wisata Boon Pring, Desa Wisata Pujon Kidul dengan kafe sawahnya, dan Gubugklalah di Kecamatan Poncokusumo. Dari ketiga desa yang berstatus mandiri tersebut, dua di antaranya berhasil melenggang menuju status mandiri berkelanjutan. Yakni Desa Wisata Pujon Kidul dan Desa Wisata Sanankerto Turen. Sedangkan Desa Wisata Gubugklakah masih stagnan, bahkan berpotensi turun kelas.
”Hal terpenting dalam pengelolaan desa wisata adalah SDM-nya. Kalau pengelola desa wisata dan pemerintah desa kompak, ya pasti bisa maju,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto beberapa waktu lalu. ”Kalau Gubugklakah itu dari sisi SDM masih kurang settle,” lanjutnya.
Namun pihaknya tetap bersinergi dengan perangkat daerah (PD) lain. Di antaranya menggandeng dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Tujuannya untuk mempertahankan status mandiri di Desa Gubugklalah. Utamanya melalui pendampingan dari sisi SDM.
Sementara dari sisi kunjungan, Purwoto menilai jumlahnya masih banyak. Paket-paket wisata yang ditawarkan pun masih ada. Hanya saja ketika dinilai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, dia melanjutkan, kriterianya belum memenuhi syarat untuk ditetapkan menjadi desa wisata berkelanjutan.
Jika tetap stagnan hingga penilaian berikutnya, dia mengatakan, Desa Wisata Gubugklakah bisa turun satu tingkat menjadi berstatus maju. “Kemenparekraf yang melakukan penilaian. Biasanya dilakukan assessment setiap dua tahun sekali. Namun bisa saja turun kelas, tergantung penilaian mereka,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Dia menyayangkan jika sampai Gubugklakah turun kasta. Sebab dari sisi atraksi atau daya tarik, Desa Wisata Gubugklakah punya potensi besar. Bahkan pada 2021 silam sempat masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Banyak pula destinasi di Gubugklakah dan sekitarnya yang potensial menyedot kunjungan wisatawan. Mulai Coban Pelangi, Coban Trisula, Coban Bidadari, River Tubing, Rafting, Agro Wisata Apel, Agro Wisata Sapi Perah Nusa Pelangi, dan masih banyak wisata lain yang masih dalam proses pengembangan.
Seperti diberitakan, Kabupaten Malang memiliki 83 desa wisata. 54 di antaranya berstatus rintisan, 18 desa berstatus berkembang, delapan menjadi desa wisata maju, dan tiga lainnya berstatus mandiri.(yun/dan).
Editor : Mahmudan