Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perbaikan Jalan Rajekwesi Malang Ditarget Tuntas Oktober

Mahmudan • Jumat, 31 Mei 2024 | 14:05 WIB
Alat berat diturunkan untuk mengepras tebing di Jalan Rajekwesi
Alat berat diturunkan untuk mengepras tebing di Jalan Rajekwesi

 

KALIPARE – Setelah terputus akibat longsor Februari lalu, Jalan Rajekwesi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare diperbaiki. Hingga kemarin (30/5), pengerjaan jalan yang menghubungkan Kalipare-Donomulyo itu masih berlangsung. Bupati Malang H M. Sanusi menargetkan, proyek tersebut rampung Oktober depan. Dengan demikian, waktu pekerja tinggal lima bulan lagi.

”Kami harap bisa selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. Agar jalan ini cepat bisa dilintasi," ujar Sanusi di sela meninjau lokasi kemarin (30/5).

Untuk diketahui, pengerjaan dimulai sejak Maret lalu. Itu masih berupa penebangan pohon di area jalan yang rusak. Kemudian pengerjaan fisiknya dilaksanakan awal Mei lalu. Proyek perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh CV Kharisma Putra Sejati. Sedang biaya pembangunannya dialokasikan Rp 1,46 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, proses perbaikan jalan saat ini masih dalam tahap pengeprasan. Itu sebagai ruang untuk pelebaran jalan. Targetnya, tahap tersebut berlangsung dua sampai tiga bulan dari awal kontrak. "Selanjutnya nanti dilakukan pengaspalan. Sehingga bulan kelima sudah selesai semua," kata Oong, sapaan akrabnya .

Tidak hanya pengaspalan, jalan tersebut juga akan diperlebar untuk semakin meningkatkan aksesibilitas. Dari yang sebelumnya 3 sampai 4 meter, ke depan dilebarkan menjadi 5,5 sampai 6 meter.

Pengerjaan jalan sepanjang 110 meter itu dibagi menjadi tiga titik. Titik pertama dan kedua memerlukan pengeprasan. Sedang titik ketiga tidak memerlukan pengeprasan tebing. "Ketika pengeprasan selesai, kami langsung kerjakan dinding penahan. Ini fungsinya untuk menggeser geometris jalan," kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang itu.

Ketika geometris jalan digeser, dia mengatakan, otomatis dinding penahan tersebut akan berada di atas tanah yang tidak stabil. Sehingga harus ditarik mundur sekitar 2 meter. "Begitu ditarik mundur sekitar dua meter, sistemnya dengan kantilever. Sehingga ketika banyak beban yang lewat ada di sini, struktur makin kuat," lanjut Oong. Untuk diketahui, kantilever adalah sistem balok yang dicor menggunakan beton precast (dirakit). Tujuannya untuk menjaga keseimbangan.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Jalan Rajekwesi #kalipare malang #perbaikan jalan #longsor