KEPANJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap, beberapa desa masih belum terbebas dari ancaman kekeringan. Desa-desa tersebut berada di enam kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini tetap ada. “Hanya saja untuk perkembangan tanggap darurat, lihat perkembangan di lapangan,” ujar Sadono kemarin.
Pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah berpotensi kekeringan. Wilayahnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni 20 desa yang tersebar di enam kecamatan. Paling banyak ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yakni 11 desa. Dengan total 8,3 ribu jumlah kepala keluarga yang terdampak pada sebelumnya.
Karena pada musim kemarau tahun lalu ada El nino, membuat penyaluran air bersih cukup banyak untuk enam kecamatan tersebut. Dalam satu desa, biasanya kebutuhan air bersih sekitar 10-20 ribu liter. Dari tanggal 1 September-23 Desember lalu, pencapaian distribusi air sebanyak 10.049.900 Liter.
Sebelumnya, Staf Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang Andang Kurniawan mengatakan, fenomena El Nino tahun ini diprediksi tak berkepanjangan. Dari grafis BMKG terlihat di bulan Maret sudah terjadi penurunan dan terus turun. “El Nino diperkirakan berakhir Mei,” katanya.
Dia menambahkan, pada El Nino kali ini cepat berubah ke La Nina. Dan justru pada tahun sebelumnya lebih terjadi La Nina yang berkepanjangan, yakni selama tiga tahun.(iza/dan)
Editor : Mahmudan