KABUPATEN MALANG – Sebanyak 25 tukik dilepas di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, kemarin.
Pelepasan anak penyu itu menjadi salah satu kegiatan konservasi yang dilakukan TNI Angkatan Laut (AL) bekerja sama dengan tim Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) Malang.
Pada kesempatan itu juga dilepas satu induk penyu yang sempat tertangkap jaring nelayan dalam kondisi terluka.
Setelah dirawat oleh tim BSTC, induk tersebut kembali dilepas ke laut.
Tujuannya agar terus berkembang biak.
”Penyu bisa mengurangi jumlah populasi ubur-ubur dan menjaga terumbu karang. Sangat bermanfaat bagi nelayan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL Brigjen Gatot Mardiono SH MTr Opsla.
Humas BSTC Dwi Tientus menjelaskan, saat ini tukik yang terdapat di BSTC sekitar 68 ekor.
Namun, yang dilepaskan hanya 25 ekor.
Tukik yang lain akan dilepas ketika sudah lebih siap.
Baik dari segi kesehatan maupun keaktifan
Menurut Dwi, wilayah konservasi BSTC meliputi seluruh pantai di Malang Selatan.
Mulai dari Pantai Modangan hingga Pantai Licin.
Hampir setiap hari, tim BSTC menyusuri pantai untuk mencari telur-telur penyu untuk diselamatkan, kemudian direlokasi.
Begitu tiba di tempat konservasi, telur-telur itu menjalani proses inkubasi selama 45-65 hari.
Ketika menetas, tukik akan dikarantina beberapa hari sebelum dilepaskan.
”Pelepasan tukik biasanya kalau tidak pagi sekali atau subuh ya sore menjelang malam. Itu untuk menghindari predator,” ujarnya.
Menurutnya Dwi, predator seperti burung pelikan dan sejenisnya aktif ketika siang hari.
Untuk acara pelepasan kemarin dilaksanakan sekitar pukul 08.00 karena ada kegiatan khusus.
Dari enam jenis penyu di Indonesia, tiga jenis di antaranya kerap ditemukan di Malang Selatan, utamanya di Pantai Bajulmati.
Yakni penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik.
Yang paling banyak ditemukan adalah penyu lekang.
Warna karapas atau cangkangnya abu-abu kehijauan.
Sedangkan tukiknya berwarna abu-abu. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana