Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

TNI AL dan BSTC Lepas Tukik di Pantai Bajulmati Malang selatan untuk Jaga Keseimbangan Ekosistem

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:30 WIB

 

 

Brigjend TNI (mar)  Gatot Mardiono, S.H., M.Tr Opsla., Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (paling kanan) melepas penyu dan tukik ke lepas pantai
Brigjend TNI (mar) Gatot Mardiono, S.H., M.Tr Opsla., Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (paling kanan) melepas penyu dan tukik ke lepas pantai

KABUPATEN MALANG – Sebanyak 25 tukik dilepas di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, kemarin.

Pelepasan anak penyu itu menjadi salah satu kegiatan konservasi yang dilakukan TNI Angkatan Laut (AL) bekerja sama dengan tim Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) Malang.

Pada kesempatan itu juga dilepas satu induk penyu yang sempat tertangkap jaring nelayan dalam kondisi terluka.

Setelah dirawat oleh tim BSTC, induk tersebut kembali dilepas ke laut.

Tujuannya agar terus berkembang biak.

”Penyu bisa mengurangi jumlah populasi ubur-ubur dan menjaga terumbu karang. Sangat bermanfaat bagi nelayan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL Brigjen Gatot Mardiono SH MTr Opsla.

Humas BSTC Dwi Tientus menjelaskan, saat ini tukik yang terdapat di BSTC sekitar 68 ekor.

Namun, yang dilepaskan hanya 25 ekor.

Tukik yang lain akan dilepas ketika sudah lebih siap.

Baik dari segi kesehatan maupun keaktifan

Menurut Dwi, wilayah konservasi BSTC meliputi seluruh pantai di Malang Selatan.

Mulai dari Pantai Modangan hingga Pantai Licin.

Hampir setiap hari, tim BSTC menyusuri pantai untuk mencari telur-telur penyu untuk diselamatkan, kemudian direlokasi.

Begitu tiba di tempat konservasi, telur-telur itu menjalani proses inkubasi selama 45-65 hari.

Ketika menetas, tukik akan dikarantina beberapa hari sebelum dilepaskan.

”Pelepasan tukik biasanya kalau tidak pagi sekali atau subuh ya sore menjelang malam. Itu untuk menghindari predator,” ujarnya.

Menurutnya Dwi, predator seperti burung pelikan dan sejenisnya aktif ketika siang hari.

Untuk acara pelepasan kemarin dilaksanakan sekitar pukul 08.00 karena ada kegiatan khusus.

Tukik yang dilepas TNI AL dan BSTC di pantai Bajulmati, Malang selatan
Tukik yang dilepas TNI AL dan BSTC di pantai Bajulmati, Malang selatan

Dari enam jenis penyu di Indonesia, tiga jenis di antaranya kerap ditemukan di Malang Selatan, utamanya di Pantai Bajulmati.

Yakni penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik.

Yang paling banyak ditemukan adalah penyu lekang.

Warna karapas atau cangkangnya abu-abu kehijauan.

Sedangkan tukiknya berwarna abu-abu. (yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tukik #penyu #malang selatan #Pantai #bajulmati