GEDANGAN – Pohon mangrove di Pantai Bajulmati terus ditambah. Beberapa hari lalu, 250 pohon mangrove jenis rhizophora kembali ditanam di kawasan tersebut. Masing-masing berusia sekitar satu tahun dengan ketinggian pohon 1 meter. Sepuluh tahun ke depan diperkirakan sudah besar dan mampu mencegah abrasi pantai.
Kader Konservasi Pantai Bajulmati Yuda Akbar Rizki menyebutkan, jumlah mangrove di Pantai Bajulmati totalnya mencapai 500 pohon. Sehingga jika ditambah pohon yang baru ditanam, jumlahnya mencapai 750 pohon.
”Itu dibagi menjadi empat jenis. Yakni rhizophora (bakau), avicennia (api-api), bruguiera (lacang), dan xylocarpus (nyirih),” ujar Akbar.
Penempatannya pun tidak bisa terpusat di satu kawasan. Sebab, setiap jenis mangrove memiliki karakteristik dan peran masing-masing. “Misalnya jenis avicennia ditanam di bagian paling dekat dengan pesisir. Karena memiliki akar napas,” lanjutnya.
Secara ekologi, dia mengatakan, tanaman tersebut berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan. Juga tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan abrasi, angin topan dan tsunami, serta penyerap limbah.
Selain tanaman mangrove, dia mengatakan, di Pantai Bajulmati juga terdapat jenis tumbuhan lain, seperti pandanus odorifer (pandan laut). Tanaman tersebut terletak di dekat pesisir pantai. Tingginya sekitar 2-3 meter, tetapi daunnya memanjang cukup rimbun. “Tanaman itu biasanya dijadikan pendaratan oleh penyu. Karena pohonnya teduh,” kata Humas Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) Dwi Tientus.
Menurut Tientus, vegetasi di Pantai Bajulmati, bahkan seluruh pesisir Malang Selatan sudah beragam. Tapi pihak konservasi akan terus berupaya untuk meningkatkan keberagamannya. Sebab selain dapat menjaga ekosistem pantai, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. (yun/dan).
Editor : Mahmudan