Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UB Sebar 1.680 Mahasiswa ke 45 Desa  Se-Kabupaten Malang

Mahmudan • Jumat, 21 Juni 2024 | 15:25 WIB

 

MAJUKAN DESA: Ribuan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat pengarahan dari Bupati Malang H M. Sanusi di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (20/6)
MAJUKAN DESA: Ribuan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat pengarahan dari Bupati Malang H M. Sanusi di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (20/6)

 

KEPANJEN - Banyak desa di Kabupaten Malang yang potensinya bisa dikembangkan. Mulai dari sektor pariwisata hingga kebudayaan. Karena itu, Universitas Brawijaya (UB) akan mengerahkan 1.680 mahasiswa untuk mengembangkan potensi tersebut. Mereka berasal dari fakultas ilmu sosial dan politik (FISIP) serta fakultas ilmu budaya (FIB).

Dekan FISIP UB Prof Anang Sujoko SSos MSi DCOMM menyampaikan, potensi di desa dapat dikembangkan jika masyarakatnya mandiri. Karena itu pihaknya akan mendorong kemandirian masyarakat. “Itu kan butuh sentuhan-sentuhan, baik dari sisi sosial, budaya, dan psikologi. Kami punya semua itu,” ujar Anang, kemarin (20/6).

Selain mengembangkan potensi, pihaknya juga bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan di desa. Termasuk tingginya angka stunting. “Kami punya pendekatan keilmuan sosial dan budaya. Untuk stunting, kami akan melakukan pendekatan ke masyarakat dan memberdayakan mereka,” katanya.

Alumni University of South Australia itu juga menyebutkan, sekitar 1.680 mahasiswa tersebut akan disebar ke 45 desa di 15 kecamatan. Yakni Tumpang, Poncokusumo, Wajak, Tajinan, Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Donomulyo, Wonosari, Ngajum, Wagir, Kalipare, dan Tirtoyudo.

Sedangkan Dekan FIB UB Hamamah PhD menambahkan, pihaknya akan mendorong pendekatan budaya untuk menyelesaikan permasalahan desa. Kemudian, juga akan mendorong masyarakat dalam mengembangkan potensi-potensi budaya di desa ke kancah internasional. “Industri berbasis budaya ini potensinya besar tapi belum dimulai. Karena itu, kami mendekati masyarakat untuk mengangkat budaya lokal ke internasional,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Malang H M. Sanusi menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kegiatan mahasiswa membangun desa (MMD) dapat memotivasi masyarakat desa untuk bergerak membangun desanya sendiri. “Kami juga meminta UB untuk mencari terobosan agar pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka stunting bisa kolaborasi antara Pemkab Malang dengan UB,” ucapnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#universitas brawijaya #malang #terjun desa