Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tidak Banyak yang Tahu, Kabupaten Malang Ternyata Punya Pertanian Garam Metode Tunnel, di Sini Lokasinya

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 28 Juni 2024 | 16:17 WIB
Petani garam Kugar Bajulmati memanen garam yang diproduksi di dalam tunnel kedap air dan tidak terlalu bergantung pada terik matahari kemarin (27/6). 
Petani garam Kugar Bajulmati memanen garam yang diproduksi di dalam tunnel kedap air dan tidak terlalu bergantung pada terik matahari kemarin (27/6). 

MALANG KABUPATEN – Kelompok Usaha Garam (Kugar) Bajulmati memiliki inovasi garam tunnel.

Metode Kugar Bajulmati Malang selatan itu berbeda dengan pertanian garam pada umumnya yang mengandalkan pengkristalan air laut untuk menjadi garam memang memerlukan panas dan cahaya matahari.

Namun, inovasi tunnel garam di Malang Selatan bisa mengurangi ketergantungan itu.

Inovasi tersebut sudah ada sejak sekitar 2021.

Bentuknya semacam green house, tetapi bagian dalamnya berisi air laut.

Garam tunnel itu dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi.

Terdapat 12 tunnel yang mampu memproduksi garam setiap saat.

Masing-masing memiliki ukuran lebar sekitar 4 meter dan panjang sekitar 12 meter.

Jika cuaca mendung atau suhu udara sekitar 27 derajat Celsius, di dalam tunnel bisa mencapai 47 derajat Celsius.

Tunnel tersebut juga kedap air, sehingga bisa tetap berfungsi dengan baik meski sedang hujan.

”Dengan inovasi garam tunnel, kami bisa menghasilkan sekitar 1,5 ton garam per bulan. Itu jika tunnel dalam keadaan baik dan tidak terjadi kebocoran,” ujar Petani Garam Bajulmati Sismulyono.

Garam tersebut didistribusikan kepada konsumen sesuai dengan permintaan.

Terutama masyarakat di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.

Konsumen di luar Kabupaten Malang pun sudah bisa memesan.

”Ke depan kami mengupayakan marketing besar-besaran. Sekarang pun kami sudah menerima permintaan dari desa-desa lain,” ucap pria yang juga bendahara Kugar itu.

Harganya garam produksi Kugar Bajulmati bervariasi.

Pada 2024, harga garam sekitar Rp 2.500 per kilogram.

Itu untuk pembelian grosir.

Minimal 50 kilogram hingga 1 kuintal.

Harga lebih mahal diberlakukan untuk pembelian eceran.

Dengan cara itu, pedagang yang kulak ke Kugar Bajul Mati masih bisa mendapat untung.

Menurut Mulyono, garam yang diproduksi tunnel tersebut termasuk jenis krosok premium dengan kualitas K1.

Garam itu tidak mengandung yodium yang bisa difungsikan untuk membersihkan dan mengawetkan makanan.

Kebanyakan dimanfaatkan untuk proses pembuatan ikan asin. (yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pertanian #garam #Kabupaten Malang