DAU - Mulai digarap sebulan lalu, pengerjaan Jembatan Tirtotaruno di Desa Landungsari, Kecamatan Dau terus dikebut. Jembatan yang menghubungkan Dusun Bendungan dan Klandungan itu ditarget rampung bulan depan, yakni Agustus.
Sebelumnya, jembatan tersebut putus akibat longsor. Selama ini diberlakukan sistem buka tutup lantaran hanya separo ruas jalan yang bisa dilintasi. "Progres pengerjaan jembatan Tirtotaruno Dau sampai kemarin (Rabu lalu, 3/7) sebesar 87,5 persen," ujar Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari. “Dengan progres tersebut, target kami, pengerjaan bisa tuntas awal Agustus,” imbuhnya.
Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, pengerjaan jembatan sudah sampai tahap pengecoran plat. Kemudian akan dilanjutkan pemasangan leneng atau pagar pengaman jembatan, pipa railing galvanis jembatan, overlay aspal, dan finishing dengan pengecatan
Mengacu Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, pembangunan jembatan Tirtotaruno dilaksanakan oleh CV Parama Yasa sebagai pemenang lelang. Anggarannya menggunakan APBD 2024 sebesar Rp 514,57 juta. Jembatan tersebut akan dibangun dengan panjang 6 meter. Terdapat perpanjangan sekitar 2 meter. Itu untuk memperkokoh jembatan supaya tidak kembali tergerus.
Sebelum dibangun, jembatan tersebut tergerus dan berlubang. Awalnya, lubang tersebut hanya memiliki lebar sekitar 10 sentimeter dan panjang sekitar 60 sentimeter. Itu pun di bahu jalan. Namun karena tetap dilewati truk, aspalnya semakin tergerus. Sehingga lubang semakin lebar.
Saat ini, lubang tersebut memiliki lebar sekitar 60 sampai 70 sentimeter dengan panjang sekitar satu meter. Jembatan berlubang tersebut sangat berbahaya. Sebab, di bawahnya terdapat sungai dengan lebar sekitar 5-6 meter. Walaupun kedalaman airnya hanya sebatas mata kaki orang dewasa, dasar sungai dengan jembatan berjarak 10-15 meter.(yun/dan)
Editor : Mahmudan