Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Remaja Gondanglegi Malang Tewas, Pontensi Muncul Dua Saksi Kunci

Mahmudan • Sabtu, 13 Juli 2024 | 17:10 WIB

 

ilustrasi pembunuhan (ist)
ilustrasi pembunuhan (ist)

 

KEPANJEN – Penyebab meninggalnya pelajar di Gondanglegi, Kabupaten Malang terus didalami aparat kepolisian. Hingga kemarin (12/7), Polres Malang sudah memeriksa 10 saksi. Dua saksi di antaranya adalah pacar dan teman korban yang ditengarai bisa menjadi kunci.

”Para saksi yang kami periksa terdiri atas keluarga, teman, pacar, dan tetangga korban," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat kemarin.

Seperti diberitakan, Sahroni, 19, ditemukan tidak bernyawa di ruang tamu rumahnya, Dusun Baran, Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, pekan lalu (5/7). Ketika kali pertama ditemukan dini hari, keluarga masih membiarkannya. Tidak langsung dibangunkan karena menduga korban sedang tidur. Bahkan adiknya sempat menyelimuti jasad korban.

Tapi karena tidak kunjung bangun hingga sekitar pukul 18.30, keluarga membangunkannya. Niatnya menyuruh korban makan. Tapi ketika dibangunkan, mereka kaget lantaran tubuh korban sudah kaku dan tidak bernyawa.

Di tubuh korban juga ditemukan tanda-tanda mencurigakan. Di antaranya luka menyerupai sayatan di bawah mata kanan, lalu hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Kemudian tangannya bengkak dan terdapat bekas memar. Pada bajunya juga terdapat banyak noda kena tanah. Keluarga menduga ada tindak pidana penganiayaan atau pembunuhan pada siswa kelas 3 SMK swasta di Gondanglegi itu. Kecurigaan itulah yang membuat keluarga melapor ke polisi.

Dari pemeriksaan 10 saksi tersebut, sementara ini tidak ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun polisi mengidentifikasi penyebab kematian korban. Sementara menduga penyebabnya adalah ke gejala asfiksia. Itu merupakan kondisi medis saat kadar oksigen di dalam tubuh berkurang. Hal itu dapat berakibat fatal apabila terjadi secara terus menerus dan dalam waktu yang lama.

Beberapa komplikasi yang timbul pada kondisi asfiksia ialah hilang kesadaran, kerusakan organ jantung dan paru-paru, kelumpuhan otak bahkan berujung kematian. Asfiksia juga bisa terjadi akibat tercekik, paparan zat kimia, tersedak, alergi makanan atau obat, asma hingga kondisi tertentu pada bayi baru lahir.

            Penelusuran Jawa Pos Radar Kanjurhan ke keluarga korban, pacar korban berinisial ME dan salah satu temannya bisa menjadi saksi kunci. Sebab, sebelum ditemukan meninggal, ada tetangga yang melihat korban berboncengan tiga dengan ME dan satu teman laki-lakinya.

Informasi dari tetangga yang disampaikan ke keluarga korban, ME dan temannya sempat mengendap-endap masuk ke rumah, menidurkan korban dan menaruh sandalnya sebelum pergi. Namun informasi tersebut belum bisa dipastikan oleh polisi. ”Dari keterangan saksi-saksi belum ada yang mengarah ke penganiayaan maut," kata Gandha.

Tapi ada harapan terakhir aparat kepolisian dalam mengungkap teka-teki tersebut. Yaitu hasil otopsi dan uji toksikologi jenazah korban. Sejak hari pertama ditemukan meninggal, jenazah Sahroni dilarikan ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk kepentingan dua pengujian tersebut. Tapi hingga kemarin hasilnya belum juga keluar. "Kami berharap hasilnya bisa keluar lebih cepat. Dari hasil itu juga akan dibuktikan keterangan dari keluarga," tandas perwira dengan tiga balok emas di pundaknya tersebut.(biy/dan)

 

Editor : Mahmudan
#gondanglegi malang #dugaan pembunuhan #pelajar tewas