DAU - Setelah sekian lama ditutup lantaran ada pengecoran, dua pekan lagi Jalan Tegalweru-Petungsewu bakal bisa diakses lagi.
Sebab, pengerjaan jalan sudah dirampungkan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari menyampaikan, pengecoran ruas jalan tersebut selesai dilaksanakan sejak 28 Juni lalu
Tapi jalan tersebut baru bisa diakses ketika umur beton mencapai 28 hari.
“Sehingga baru bisa open traffic atau dibuka pada 26 Juli depan,” ucap Anita kemarin.
Pejabat eselon III B Pemkab Malang itu menyampaikan, peningkatan Jalan Tegalweru-Petungsewu dilakukan sepanjang 114 meter dengan lebar 4,5 meter.
Pengecoran menggunakan cor beton.
Sehingga diharapkan lebih awet.
“Nilai kontraknya sekitar Rp 196,8 juta dan dianggarkan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2024,” ucapnya.
Sebelum pengecoran, jalan tersebut memiliki perkerasan aspal dan sudah mengelupas.
Sehingga ketika hujan, jalan menjadi licin dan menimbulkan genangan.
Oleh karena itu, dia mengatakan, jalan tersebut sering dikeluhkan pengendara.
Terlebih, jalan itu termasuk jalur alternatif menuju Kota Batu.
Sementara itu, Lestari, salah satu warga menyampaikan, karena jalur alternatif, jalan semakin ramai dilalui kendaraan.
Mulai motor, mobil, hingga truk.
Meskipun saat itu jalan masih dalam kondisi rusak.
“Bahkan, sampai ada yang bilang kalau Desa Tegalweru bisa macet,” kata warga sekitar yang mempunyai toko itu.
Tapi ketika terjadi penutupan sementara seperti sekarang,
Lestari mengaku pembeli di tokonya semakin sepi.
Karena pengendara jalan yang lewat akan balik arah.
“Tapi tidak masalah. Saya syukuri saja. Ini juga demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana