Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemasaran Sayur Hidroponik Singosari Malang Belum Maksimal

Mahmudan • Minggu, 14 Juli 2024 | 15:35 WIB

 

PETANI: Pemilik Berkah Group Hidroponik Muhammad Puji Ar-Rahmah (kiri) memeriksa sayuran di green house kemarin.
PETANI: Pemilik Berkah Group Hidroponik Muhammad Puji Ar-Rahmah (kiri) memeriksa sayuran di green house kemarin.

 

SINGOSARI - Pemasaran sayur hidroponik di Singosari masih belum maksimal. Selama ini masih di lingkup Malang Raya. Selain lahan yang terbatas, persaingan yang ketat antar produsen juga menjadi pengaruh pemasaran sayur organik. 

Hal tersebut dialami oleh pemilik Berkah Group Hidroponik Muhammad Puji Ar-Rahmah. Dia menyebutkan, produknya dipasarkan ke restoran-restoran, terutama selada. Meski terbatas di Malang Raya, namun dia menjadi salah satu supplier tetap di restoran tersebut. “Untuk harga, kami mematok sekitar Rp 20.000 sampai Rp 35.000 per kilogram,” ucap Puji.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, di dalam green house tersebut terdapat berbagai jenis tanaman. Selain selada, juga ada pokcoy dan bayam merah. Semuanya masih dipasarkan di sekitar Malang Raya.

Puji mengatakan, pihaknya memilih menggunakan green house karena dapat mengatasi anomali cuaca. Sebab dia memanfaatkan plastik UV yang mampu menyerap sinar matahari 12 persen dan berukuran 200 mikrometer. “Dengan perlindungan ini, daya tahan tanamannya juga lebih bagus,” kata dia.

Selain itu, dia mengatakan, sistem hidroponik juga dapat menghemat air. Sebab air akan langsung terserap oleh akar melalui media tanam. Puji menjelaskan, tanamannya tersebut menggunakan sistem pengairan Nutrient Film Technique (NFT) atau sirkulasi nutrisi. Dengan NFT, tanaman memperoleh nutrisi, air, dan oksigen secara bersamaan. “Ada juga yang menggunakan semi DFT (Deep Flow Technique). Jadi, ada tandon air sedikit,” lanjutnya.

Untuk diketahui, sistem pengairan DFT adalah sistem yang menerapkan sirkulasi air dan nutrisi dengan metode genangan. Tujuannya untuk membuat akar tanaman terendam air dan nutrisi. Sehingga unsur hara tanaman terpenuhi.

Dia menyebutkan, nutrisi yang digunakan untuk tanamannya hanya berupa pupuk. “Kami tidak menggunakan pestisida, fungisida, maupun insektisida. Jadi, pencegahannya sudah dilakukan sejak tanaman masih dalam bentuk bibit. Biasanya, jika bibit unggul, tanaman akan jauh dari penyakit,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#singosari #sayuran hidroponik #Kabupaten Malang