Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

MPLS SMAN 1 Tumpang Fokus Antiperundungan

Mahmudan • Jumat, 19 Juli 2024 | 02:32 WIB

 

 

KOLABORASI: Guru dan ratusan siswa-siswi setelah pelaksanaan MPLS hari terakhir tadi siang (18/7).
KOLABORASI: Guru dan ratusan siswa-siswi setelah pelaksanaan MPLS hari terakhir tadi siang (18/7).

 

 

TUMPANG – Sebanyak 427 siswa SMA Negeri 1 Tumpang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), 15-18 Juli 2024. Acara bertajuk "Budaya Penanaman Disiplin Positif dan Anti-bullying" itu menjadi momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, menumbuhkan semangat belajar, dan membangun karakter positif.

Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 1 Tumpang Widodo Yatmoko SPd mengatakan, tujuan MPLS adalah menumbuhkan bakat dan minat siswa. Bukan menakut-nakuti mereka. "Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, sehingga siswa merasa aman dan nyaman untuk mengembangkan diri," ujar Widodo di sela-sela pelaksanaan MPLS kemarin.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan dalam MPLS adalah program doble track. Program tersebut merupakan pelatihan vokasi di luar jam pelajaran. Tujuannya membekali siswa keterampilan praktis di bidang tata boga dan desain grafis.

Doble track hasil karya siswa dipesan oleh penyanyi ibu kota Happy Asmara. "Doble Track tidak hanya memberikan keterampilan, tapi juga membuka peluang bagi siswa untuk mandiri secara finansial dan menjadi wirausaha muda," kata pelatih doble track Puji Astuti SPd,.

KREATIF: Siswa-siswi SMAN 1 Tumpang menunjukkan karyanya yang dihasilkan melalui program doble track tadi siang (18/7)
KREATIF: Siswa-siswi SMAN 1 Tumpang menunjukkan karyanya yang dihasilkan melalui program doble track tadi siang (18/7)

 

Sedangkan Kepala SMAN 1 Tumpang Fadilah Umi Maisyaroh MPd menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum tersebut memberikan kebebasan bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa. "Pembelajaran harus menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Tidak boleh ada lagi pembelajaran bergaya feodal yang membosankan," kata Fadilah dalam sambutannya.

Selain fokus pada pengembangan siswa, dia mengatakan, SMA N 1 Tumpang juga berkomitmen menjalin hubungan yang baik dengan komite sekolah dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan siswa dan sekolah secara keseluruhan. "Kami percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah, komite, dan masyarakat harus saling bergandengan tangan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas," kata dia.

Komitmen sekolah terhadap masyarakat sekitar juga ditunjukkan melalui program subsidi silang. Wali murid yang mampu memberi bantuan kepada siswa yang kurang mampu, seperti pemberian seragam gratis kepada 5 siswa yatim piatu.

Ketua Komite Drs H Agus Wahid Irianto Ak mengatakan, program subsidi silang untuk meringankan siswa yang kesulitan. ”Kami ingin memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tanpa terhalang oleh keterbatasan ekonomi," katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, MPLS SMA N 1 Tumpang ditutup dengan pentas seni yang menampilkan bakat dan kreativitas siswa dari 25 ekstrakurikuler. Mulai teater, paduan suara, hingga olahraga.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
#mpls malang #sman 1 tumpang #sekolah #Bullying