KABUPATEN - Perbaikan Jalan Rajekwesi yang rusak akibat longsor pada awal 2024 lalu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.
Kemarin (18/7), lima pekerja tampak melanjutkan proses pengeprasan tebing di segmen kedua.
Jalan Rajekwesi pun ditutup total selama tiga bulan, yakni sejak 29 April lalu hingga 29 Juli mendatang.
Perkiraan sementara, jalan akan dibuka kembali pada 30 Juli mendatang.
Tapi masih ada pekerjaan yang harus dilanjutkan berupa pelebaran jalan.
Baca Juga: Armada Angkut Rusak, Sampah di Jalan Muharto Kota Malang Menggunung
”Pekerjaan pengeprasan tebing akan kami maksimalkan agar bisa selesai 29 Juli nanti,” ujar petugas lapangan perbaikan Jalan Rajekwesi Bagus Alif kemarin.
Untuk melakukan pengeprasan tebing, para pekerja menggunakan empat unit alat berat.
Yakni excavator yang dilengkapi bucket maupun breaker.
Alat tersebut digunakan untuk menghancurkan tebing dengan tinggi sekitar 40 meter.
”Karena tinggi, makanya kami bikin trap (semacam terasering) untuk mencegah erosi,” kata Bagus.
Ada tiga titik jalan yang ambrol akibat longsor pada 26 Februari lalu.
Titik pertama dan kedua yang paling parah dan memerlukan pengeprasan tebing.
Untuk titik pertama, pengeprasan tebing dengan tinggi sekitar 6 meter sudah tuntas.
Sedangkan pengeprasan pada segmen kedua masih proses pengerjaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyebutkan, pengeprasan tebing dilakukan untuk menambah ruang pelebaran jalan.
Tahap tersebut ditarget tuntas dalam tiga bulan pada awal kontrak.
Selanjutnya aka dilakukan pelebaran jalan dengan model lapisan fondasi atas (LPA).
”Pada saat pengeprasan tebing tuntas, kami langsung kerjakan dinding penahan untuk menggeser geometri jalan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.
Ketika geometris jalan digeser, otomatis dinding penahan akan berada di atas tanah yang tidak stabil.
Sehingga harus ditarik mundur sekitar 2 meter.
Baca Juga: Jalan Desa Kranggan Malang Rusak 5 Tahun kok Belum Diperbaiki
Dinding penahan badan jalan itu akan dibangun menggunakan kantilever.
Yakni sistem balok yang dicor dengan pemasangan menggunakan beton precast (dirakit) untuk menjaga keseimbangan.
Dengan cara itu, struktur badan jalan semakin kuat ketika dilewati beban berat.
Dia menambahkan, jalan tersebut akan dilebarkan dari sebelumnya sekitar 3-4 meter menjadi 5,5 hingga 6 meter.
Panjang jalan yang dilebarkan mencapai 110 meter.
Pengerjaan jalan tersebut dilaksanakan oleh CV Kharisma Putra Sejati menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Malang 2024.
Nilainya sekitar Rp 1,46 miliar.
Proyek tersebut ditarget tuntas Oktober 2024. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana