KEAHLIAN Ahmad Dzulfikar Nurrahman dalam bidang lingkungan tidak perlu diragukan lagi. Dalam diseminasi hasil disertai di Universitas Brawijaya (UB) kemarin (22/7), pria yang akrab disapa Afi itu meraih predikat cumlaude.
”Saya mempersembahkan pencapaian ini sebagai hadiah untuk ulang tahun ibu saya. Semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Malang,” ujar dia usai menjalani diseminasi Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) di gedung pascasarjana UB.
Pria yang menjabat Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang itu mengambil disertai berjudul ”Model Pengelolaan Lahan Akses Terbuka yang Berkelanjutan melalui Pendekatan Triple Bottom Line”. Penelitiannya difokuskan pada pengembangan model pengelolaan lahan akses terbuka, khususnya bekas tambang ilegal yang sudah diintervensi pemerintah.
Objek penelitiannya di Kabupaten Malang. Yakni di Njulung Kecamatan Wajak, Desa Ketindan Kecamatan Lawang, dan Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan. ”Kami meneliti di tiga titik lokasi tersebut. Kami identifikasi faktor apa yang menjadi penyebab pengelolaannya gagal,” terang anak dari Bupati Malang H M. Sanusi itu.
Sebagai birokrat sekaligus ilmuwan, dia berusaha memadukan praktik sosial, politik, dan akademis dalam penelitiannya. Afi juga menerapkan pendekatan sistematis sesuai disiplin keilmuan dia.
Sebelum menjalani diseminasi, peraih IPK 3,97 itu sudah menerbitkan jurnal internasional yang terindeks Scopus Q1 dan Q3. Juga sebuah buku panduan kebijakan lingkungan untuk Kabupaten Malang.(ram/dan)
Editor : Mahmudan