KABUPATEN - Teka-teki kenapa pintu 13 di Stadion Kanjuruhan dibongkar akhirnya terjawab kemarin.
Dalam pertemuan antara keluarga korban tragedi Kanjuruhan dan perwakilan PT Waskita Karya, faktor teknis konstruksi disebut menjadi alasannya.
Area bangunan itu sebelumnya sudah disepakati menjadi monumen untuk memperingati insiden kelam 1 Oktober 2022 lalu.
Project Manager Renovasi Stadion Kanjuruhan PT Waskita Karya (Persero) Vino Teguh Pramudya mengatakan, struktur bangunan di stadion butuh penguatan.
Alhasil, di semua bagian dilakukan perbaikan.
”Terakhir yang belum dilakukan penguatan di ada area Pintu 13,” ujarnya saat berdiskusi dengan keluarga korban di bekas Pintu 13 kemarin (24/7).
Berangkat dari itu, Vino menjelaskan pihaknya mendapat instruksi dari internal PT Waskita dan Kementerian PUPR untuk membongkar Pintu 13.
Tujuannya supaya proses penguatan struktur stadion bisa dilakukan.
Berdasar perhitungan pihaknya dikhawatirkan roboh jika tidak dilakukan tindakan itu.
Menurutnya pintu 13 Stadion Kanjuruhan terpaksa dibongkar karena dalam proses penguatan menggunakan sejumlah alat berat.
Salah satu alatnya mempunyai tinggi sekitar dua meter dan lebar tiga meter dan harus masuk area konstruksi tiang yang menyangga tribun penonton.
Meski begitu, Vino enggan untuk beralasan.
Dalam pertemuan kemarin, dia meminta maaf kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Dirinya menyebut dalam proses pembongkaran pintu 13 kurang berkomunikasi dengan maksimal dengan keluarga korban.
Atas nama PT Waskita, dia berjanji akan membangun kembali monumen Pintu 13 sesuai dengan posisi seperti semula.
”Kemarin kami hanya relokasi, nanti kami bangun lagi sama persis,” jelaskan Vino.
Dia memastikan berada di pihak keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
Dalam pertemuan kemarin, keluarga korban di bawah naungan Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan sangat kecewa dengan pembongkaran tersebut.
Mereka mengutuk hal itu karena gate 13 sebelumnya disepakati tidak direnovasi.
Tempat tersebut akan dijadikan museum untuk meringati insiden yang menewaskan 135 nyawa seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1.
”Atas nama keluarga korban tragedi Kanjuruhan menuntut PT Waskita Karya mengembalikan bentuk gate 13 seperti semula dalam waktu 5 X 24 Jam,” kata Devi Athok dalam akun Instagram Kanjuruhan Melawan.
Menurutnya gate 13 harus dikembalikan seperti awal seusai kesepakatan pada forum 28 Mei lalu. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana