Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akses Jembatan Tirtotaruno Malang Mulai Dibuka Senin Depan

Mahmudan • Jumat, 26 Juli 2024 | 13:10 WIB

PENGERJAAN TUNTAS: Seorang pekerja melepas kayu pencetak beton di area Jembatan Tirtotaruno, Desa Landungsari, Kecamatan Dau kemarin (25/7).
PENGERJAAN TUNTAS: Seorang pekerja melepas kayu pencetak beton di area Jembatan Tirtotaruno, Desa Landungsari, Kecamatan Dau kemarin (25/7).
 

 

DAU - Kabar gembira bagi warga yang terimbas ambrolnya Jembatan Tirtotaruno di Desa Landungsari, Kecamatan Dau. Jika tidak ada aral, jembatan yang menghubungkan Dusun Bendungan dan Klandungan itu bisa dilintasi mulai Senin depan (25/7) atau tiga hari lagi. Sebab, proyek perbaikannya sudah rampung.

“Pembangunan jembatannya sudah selesai 10 hari yang lalu,” ucap Mandor Perbaikan Jembatan Tirtotaruno Ahmad Toha kemarin (25/7).

Saat ini dia bersama salah satu pekerja mulai melepas kayu yang dijadikan sebagai acuan mencetak beton. “Jembatan Tirtotaruno dibangun karena lantai jembatan eksisting atau konstruksi plengkung ambrol,” ucap Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari.

Awalnya, dia melanjutkan, lubang tersebut hanya memiliki lebar sekitar 10 sentimeter dan panjang sekitar 60 sentimeter. Itu pun di bahu jalan. Namun karena tetap dilewati truk, aspalnya semakin tergerus. Sehingga lubang semakin lebar.

Seiring berjalannya waktu, lubang tersebut pun semakin lebar. Yakni memiliki lebar sekitar 60 sampai 70 sentimeter dengan panjang sekitar satu meter. Jembatan berlubang tersebut sangat berbahaya. Sebab, di bawahnya terdapat sungai dengan lebar sekitar 5-6 meter.

Walaupun kedalaman airnya hanya sebatas mata kaki orang dewasa, namun ketinggiannya mencapai 15 meter. Sehingga di sekelilingnya diberi pembatas dari bambu untuk menghindari kecelakaan.

Sebagai informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, pembangunan jembatan Tirtotaruno dilaksanakan oleh CV Parama Yasa sebagai pemenang lelang. Kemudian, anggarannya menggunakan APBD 2024 sebesar Rp 514,57 juta. “Jembatan itu memiliki panjang bentang 9 meter dengan lebar total 6 meter,” kata pejabat eselon III B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Anita memaparkan, penanganan jembatan tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bangunan atas menggunakan baja komposit WF dan plat beton bertulang FC25 MPa. Artinya, beton tersebut memiliki kekuatan tekan sekitar 25 megapascal (MPa). Sedangkan bangunan bawah menggunakan tikar beton tebal (pile cap) beton bertulang FC25 MPa, serta fondasi sumuran.(yun/dan)

Editor : Mahmudan
#jembatan ambrol #akses dibuka #malang