KROMENGAN – Lagi-lagi, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Kemarin siang (26/7), kebakaran menimpa rumah Sudianto, 44, warga Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.45. Namun baru dilaporkan sekitar pukul 13.05. Empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang diterjunkan untuk memadamkan kobaran si jago merah.
Kapolsek Kromengan AKP Yoyok Supandi memaparkan kronologi kebakaran. Dia mengatakan, mulanya api berasal dari garasi samping kiri rumah. Hal itu diketahui setelah timnya menginterogasi pemilik rumah. ”Sekitar satu bulan lalu yang bersangkutan menyambung kabel ke garasi pakai solasi. Posisi kabel itu ada di rangka atapnya,” ucap Yoyok.
Diduga karena arus pendek listrik, percikan api membakar rangka atap. Setelah itu merambat ke arah dapur rumah. Kobaran api semakin membesar karena di dalam dua ruangan terdapat banyak barang mudah terbakar, seperti plastik dan kayu.
Kobaran api kali pertama diketahui oleh Sudianto. Saat itu, Sudianto sedang tidur siang di kamarnya. Tiba-tiba di mendengar suara api melalap kayu rangka atap. Korban lantas berteriak dan memberi tahu keluarganya.
Warga sekitar berdatangan membantu sudianto. Ada yang mematikan api menggunakan peralatan seadanya, ada pula yang menyelamatkan perabotan rumah. Di antaranya dua sepeda motor milik korban yang berada di garasi. ”Untungnya bagian utama rumah tidak sampai terbakar,” tandas Yoyok.
Sekitar pukul 13.20 personel damkar tiba di lokasi. Mereka langsung bergegas menyemprotkan air ke kobaran api. "Pukul 13.50 api sudah selesai dijinakkan. Berikut juga kami lakukan pendinginan," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto.
Senada dengan polisi, Sigit menyebut bahwa kebakaran disebabkan korsleting listrik. ”Informasi awalnya dari salah satu kamar di rumah itu kemudian meluas,” kata dia. Berdasar perhitungan petugas damkar, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 30 juta.(biy/dan)
Editor : Mahmudan