Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serunya Lomba Tari di Sumberpucung Malang, 85 Penari Unjuk Penampilan

Mahmudan • Sabtu, 27 Juli 2024 | 16:49 WIB
PENARI CILIK: Salah satu penari menunjukkan kemampuannya menari tarian tradisional di Sanggar Tari Bayu Candra Kirana, Dusun Krajan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung kemarin.
PENARI CILIK: Salah satu penari menunjukkan kemampuannya menari tarian tradisional di Sanggar Tari Bayu Candra Kirana, Dusun Krajan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung kemarin.

SUMBERPUCUNG – Penari cilik menyuguhkan aksi terbaiknya di Sanggar Tari Bayu Candra Kirana, Dusun Krajan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, kemarin (26/7). 

Gerakannya luwes, menandakan sudah terbiasa menari.

Tarian tradisional tersebut disuguhkan dalam rangka peresmian berdirinya sanggar. 

Total ada 85 penari yang tampil dalam lomba tersebut.

Selain lomba tari tradisional se-Malang raya, juga digelar nyadran maestro topeng Senggreng, pawai topeng, serta gebyak topeng Senggreng.

Ketua Sanggar Tari Bayu Candra Kirana Hadi Susiswanto mengatakan, dalam lomba tari se-Malang Raya terdapat 85 penampilan

Mereka dibagi menjadi lima kelompok. 

Mulai dari tunggal anak-anak kelas 1-4, tunggal anak-anak kelas 5 hingga jenjang SMP-SMA, beregu PAUD, beregu SD, serta beregu SMP-SMA. 

Lomba seni tari berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sore pukul 17.00. 

“Meskipun kami membuka se-Malang Raya, tetapi ada juga yang dari luar kota. Seperti dari Blitar,” ujar Hadi. 

Hal tersebut menunjukkan antusias masyarakat terhadap penyelenggaraan lomba tari tradisional masih tinggi. 

Selain itu, menurut Hadi, tingginya antusiasme masyarakat tersebut karena efektivitas promosi yang dilakukan melalui berbagai media.

Kemudian kemarin (26/7), digelar pentas seni tari tradisional.

Berbeda dengan lomba tari yang terbuka untuk umum, dia mengatakan, pentas seni hanya diperuntukkan bagi anggota sanggar. 

Pentas seni dilaksanakan pada sore hari. 

“Jika ditotal, anggota kami ada sekitar 200 orang. Mulai dari anak-anak 

hingga dewasa,” ucap dia.

Pentas seni tari tradisional menunjukkan bahwa meski memasuki era modernisasi, kebudayaan masyarakat perlu dilestarikan. 

Dengan demikian, sejak usia dini, anak-anak mulai dikenalkan tarian tersebut. 

Harapannya mereka mengetahui kebudayaan di daerahnya.

Dia menyebutkan, sebenarnya tari topeng di daerahnya sempat mati suri. 

Karena itu pada 2013, dia mulai merintis sanggar yang mempelajari tari topeng. 

Kemudian pada 2017, dia mendaftarkan sanggar ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. 

Saat itu, sanggar belum memiliki gedung sendiri. 

Mereka memanfaatkan rumah warga sebagai tempat latihan. 

“Baru kali ini kami membangun gedung sanggar,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tari #penari #malang #Sanggar #sumberpucung