Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Seniman Asal Kepanjen Malang Sulap Ban Bekas Jadi Patung Sapi

Mahmudan • Minggu, 28 Juli 2024 | 17:20 WIB

 

KREATIF: Supriatno, warga Desa Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen, mengerjakan patung sapi yang sudah tahap finishing.
KREATIF: Supriatno, warga Desa Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen, mengerjakan patung sapi yang sudah tahap finishing.

 

KEPANJEN – Di tangan seniman kreatif, ban bekas pun bisa disulap menjadi patung bernilai tinggi. Itulah keunggulan Supriatno, warga Desa Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Kemarin, dia membuat beberapa patung sapi dari limbah ban bekas.

Ukurannya beragam. Ada yang setinggi 2 meter dengan panjang 3,4 meter. Untuk merampungkan patung sapi jumbo tersebut, Supriatno membutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Sedangkan untuk patung kambing yang berukuran lebih kecil membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Ukurannya pun bermacam-macam. Sebagai contoh, satu sapi memiliki panjang 3,4 meter dengan tinggi sekitar 2 meter. Karena ukuran yang begitu besar, dia membutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Sedangkan, untuk kambing yang berukuran lebih kecil membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

“Sapi ini rencananya akan dikirim ke Kalimantan Timur. Ada satu paket yang berisi satu sapi limosin, satu kambing Jawa satu kambing etawa, dan dua ekor ayam,” kata Nana, panggilan Supriatno di sela merampungkan pembuatan patung di rumahnya.

Dia menyebutkan, patung dari ban bekas memiliki berbagai keuntungan. Di antaranya tahan benturan, tidak mudah rusak meski cuaca panas maupun hujan. Selain itu, lanjutnya, juga mudah untuk dipindahkan. “Kalau patung berbahan semen kan permanen, tidak bisa dipindahkan. Patung ini memang dirancang untuk diletakkan di luar ruangan. Jadi, memang bisa tahan lama,” kata dia.

Selain sapi, berbagai karya lain pun pernah dibuatnya. Karya terbesarnya yakni replika dinosaurus berukuran 7 meter di Wisata Bluron Bengawan Solo, Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Untuk satu karya itu, dia membutuhkan sekitar 1.000 unit ban bekas. Padahal biasanya dia hanya menghabiskan sekitar 200-400 ban untuk satu karya. Karyanya juga dimanfaatkan oleh beberapa objek wisata di Malang Raya. Seperti replika berbagai macam hewan di Eco Green Park, Kota Batu. Mulai dari orang utan, kalajengking, lebah, dan lain-lain. Juga ada patung manusia dengan tinggi sekitar 7 meter di Jatim Park 2.

Harganya pun bervariasi. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Untuk sapi yang akan dikirim ke Kalimantan Barat dibanderol Rp 12 juta. Itu terbuat dari ratusan ban puluhan besi.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#seniman #ban bekas olahan #Kabupaten Malang