Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tim Pengabdian Strategis MMD UB Ciptakan Game Cerita Rakyat Banyuwangi

Mahmudan • Rabu, 31 Juli 2024 | 03:04 WIB
CENDERAMATA: Ketua tim pengembangan Erlangga Setyawan (kanan) menyerahkan board game tirthayatra cenderamata ke Kepala Desa Benelanlor Khoirul Anam NLP
CENDERAMATA: Ketua tim pengembangan Erlangga Setyawan (kanan) menyerahkan board game tirthayatra cenderamata ke Kepala Desa Benelanlor Khoirul Anam NLP

 


BANYUWANGI - Sebuah terobosan menarik datang dari tim mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) saat KKN di Desa Benelanlor, Banyuwangi. Mereka berhasil mengembangkan board game yang diberi nama ‘Tirthayatra’’. Game tersebut dikembangkan untuk melestarikan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Yakni cerita rakyat banyuwangi.

Tim Tirthayatra terdiri atas 13 mahasiswa dari berbagai jurusan di fakultas vokasi. Mereka menghabiskan dua bula untuk riset budaya lokal, mempelajari nilai-nilai kearifan lokal, serta mewawancarai para tokoh masyarakat untuk mendapatkan wawasan yang mendalam. Selain itu, survei lokasi dan persetujuan perangkat desa juga dilakukan pada masa perencanaannya.

Board game merupakan permainan yang menggabungkan elemen perjalanan dengan pengetahuan budaya tradisional. Permainan diusung berdasarkan Kisah Legenda Sri Tanjung yang kental dengan asal usul Kabupaten Banyuwangi.

Pemain harus melewati berbagai rintangan dan tantangan, sambil mengumpulkan pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai tradisional dari setiap langkahnya. "Mirip permainan ular tangga," ujar ketua tim Erlangga Setyawan kemarin.

Dia menjelaskan, ide menciptakan Tirthayatra muncul dari keinginan mereka untuk tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan warisan budaya lokal. "Kami berharap board game ini bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja untuk belajar tentang sejarah dan kekayaan budaya tanah air kita," katanya.

Selama proses pengembangan, tim 'Tirthayatra' juga mendapat dukungan aktif dari masyarakat setempat yang memberikan masukan berharga serta membantu dalam memvalidasi konten budaya yang disajikan dalam permainan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Benelanlor Khoirul Anam NLP menyambut baik kreativitas yang ditunjukkan mahasiswa dalam program KKN ini. "Board game 'Tirthayatra' merupakan bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang menghibur sekaligus mendidik masyarakat akan keberagaman budaya lokal," kata Anam.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
#pelestari budaya #universitas brawijaya #malang