PAKISAJI – Bocah tiga tahun yang hanyut di saluran irigasi RT 51 RW 9, Desa Kebonagung, Pakisaji pada Kamis lalu (1/8), belum ditemukan hingga tadi malam (2/8). Tim masih terus melakukan penyisiran ke Sungai Metro. Juga menghubungi para pencari ikan di Dempok, Kecamatan Pagak.
Seperti diberitakan, balita yang hanyut itu bernama Anzahrah. Warga Desa Karangduren, Kecamatan Pakis hanyut saat bermain di saluran irigasi. Mengetahui korban hanyut, kakak dan temannya langsung melapor ke pengasuhnya. Saat itu, korban bersama kakaknya memang dititipkan ke pengasuhnya di Desa Kebonagung.
Kapolsek Pakisaji AKP Teguh Iman Sugiarto mengatakan, sementara ini pencarian belum membuahkan hasil. “Kemarin (Kamis, 1/8) pencarian dilakukan sejauh 1,5 kilometer dari lokasi hanyutnya korban,” katanya.
Kemudian pencarian pada hari kedua kemarin, tim menyisir sejauh 700 meter ke arah selatan. Dia mengatakan petugas berupaya memaksimalkan pencarian di titik terdekat guna memastikan area yang dilintasi benar-benar tak terlewatkan.
Sementara Dantim Lapangan Tim Sar Bayu Prasetyo mengungkapkan proses pencarian sama seperti sebelumnya, yakni menyisir sungai dan dari darat. ”Dibagi menjadi dua tim SRU (search and rescue unit),” katanya. Satu tim SRU terdiri atas 15 personel. Total ada 67 personel yang dilibatkan dalam pencarian.
Mereka menyisir dari tempat kejadian musibah (TKM) di aliran irigasi Desa Kebonagung, kemudian turun ke sungai metro sampai Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji. Dugaan awal dari irigasi akan mengarah ke sungai Metro. Sebab waktu kejadian, sudetan tengah dibuka.
Dia mengatakan, terdapat beberapa kendala yang dialami petugas gabungan. Di antaranya debit air yang cenderung kecil, sehingga mereka tak bisa menggunakan perahu rafting. ”Akhirnya menggunakan tubing (perahu ban),” katanya.
Selain menyisir saluran irigasi dan sungai Metro, mereka juga sudah mengabari para nelayan di Dempok, Kecamatan Pagak. Sebab muaranya sungai Metro ke area tersebut. “Bila ada korban muncul di sana, bisa menghubungi ke posko,” jelasnya. Secara SOP pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari, terhitung sejak korban hanyut. (iza/dan)
Editor : Mahmudan