Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tarian Adat Mewarnai Karnaval Desa Sukoanyar Kabupaten Malang

Mahmudan • Kamis, 22 Agustus 2024 | 16:35 WIB

 

BUDAYA: Mengenakan busana khas masing-masing daerah, para peserta karnaval Desa Sukoanyar juga membawa miniatur rumah hanoi
BUDAYA: Mengenakan busana khas masing-masing daerah, para peserta karnaval Desa Sukoanyar juga membawa miniatur rumah hanoi

 

WAJAK – Karnaval Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, menjunjung tinggi semangat kebinekaan kemarin (21/8). Para peserta, mulai anak-anak hingga dewasa mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara. Seperti adat Jawa, Bali, hingga Papua.

Selain pakaian adat, mereka juga menyuguhkan tarian tradisional. Beberapa bahkan membawa properti rumah adat. Kontingen MI Manarul Huda misalnya, menampilkan kombinasi adat Dayak dan Papua. Selain berpakaian adat, mereka juga membawa miniatur rumah honai yang merupakan rumah khas Papua.

Kepala Desa (Kades) Sukoanyar Sersan Mayor Purn Santosa mengatakan, karnaval diikuti masyarakat umum dan lembaga pendidikan. Tapi untuk lembaga pendidikan tidak dilombakan. Lomba kreativitas khusus masyarakat umum yang mewakili RW masing-masing.

“Di sini ada 12 RW. Setiap RW mengeluarkan tiga sampai empat kelompok. Jika ditotal, ada sekitar 20 kelompok,” ujar Santosa di sela kegiatan.

Lazimnya bersih desa pada umumnya, terdapat pula rangkaian acara tahunan. Mulai bari’an (tasyakuran) di makam nenek moyang yang dilaksanakan pada Rabu lalu (14/8). Kemudian dilanjutkan khatmil Alquran sekaligus santunan anak yatim dan pengajian pada Sabtu (18/8). Lalu, keesokan harinya ada pentas seni. “Karnaval ini sekaligus memperingati HUT RI ke 79,” kata Santosa.

Karena itu dipilih tema budaya Nusantara sekaligus untuk memperkenalkan kepada masyarakat terkait kebudayaan. Untuk puncak acara akan digelar pada Sabtu depan (24/8) dengan gelaran wayang kulit.

Melalui acara bersih desa itu, Santosa mengharapkan masyarakat di desanya semakin guyub. Kerukunan di lingkungan desa diyakini membuat desa kondusif. Selain itu, dia melanjutkan, bersih desa juga sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Sukoanyar atas rezeki yang diterima.

Sedangkan Bupati Malang H M. Sanusi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kreativitas warga. “Acara ini juga sebagai salah satu cara untuk uri-uri budaya,” kata Sanusi

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyebutkan, dengan adanya acara karnaval dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Serta dapat meningkatkan perekonomian di lingkungan sekitar. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#karnaval agustusan #wajak #Kabupaten Malang