KEPANJEN - Tahun depan, Pemkab Malang fokus membangun jalan desa dan jalan Kabupaten Malang.
Hal itu dilakukan sebagai wujud pemerataan pembangunan infrastruktur.
Rencananya, Pemkab Malang mengalokasikan anggaran Rp 330 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Dana tersebut akan dibagi 33 kecamatan.
Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, masing-masing kecamatan memperoleh jatah Rp 10 miliar.
“Pemanfaatan dan titik pembangunannya ditentukan sendiri sesuai kebutuhan masing-masing kecamatan. Supaya pemanfaatannya pas untuk masyarakat,” ucap Sanusi saat menghadiri perayaan HUT ke-79 RI di Desa Landungsari, Dau, kemarin (25/8).
Baca Juga: Sekda Kota Malang Menunggu Instruksi Program Makan Gratis, Rencana Disusun di APBD 2025
Meskipun setiap kecamatan diberi wewenang mengatur anggaran, Sanusi menegaskan, anggaran diprioritaskan untuk penanganan infrastruktur.
“Kalau bisa untuk infrastruktur. Baik bidang bina marga seperti jalan, cipta karya seperti jalan lingkungan, maupun Sumber Daya Air (SDA) seperti pengairan atau irigasi,” ucap orang nomor satu di Pemkab Malang itu.
Sebagai informasi, pada APBD induk 2024, pagu anggaran pekerjaan fisik 2024 untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) sekitar Rp 416 miliar.
Itu terdiri atas peningkatan dan pembangunan jalan, penggantian jembatan, rehabilitasi jalan drainase, dinding penahan, Penerangan Jalan Umum (PJU), pekerjaan rutin jalan, serta perencanaan dan pengawasan.
Baca Juga: Tekan Sisa APBD di Akhir Tahun, Anggaran Gaji Pegawai Kota Malang Bakal Dipotong
Kemudian, terdapat juga Rp 24,17 miliar untuk belanja modal bangunan air serta Rp 903,95 juta.
Sementara hingga saat ini, penyusunan APBD 2025 masih dalam tahap persetujuan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).
Dalam dokumen tersebut, belanja daerah direncanakan Rp 5,12 triliun.
Dengan rincian belanja operasi dan belanja modal Rp 4,34 triliun, Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 3,50 miliar, dan belanja transfer Rp 775,71 miliar. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana