Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sanusi Targetkan 70 Persen Suara di Pilkada Malang

Mahmudan • Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:30 WIB

 

 

H M. Sanusi lebih dulu menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah pada pukul 15.00. 
H M. Sanusi lebih dulu menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah pada pukul 15.00. 

 

KEPANJEN – Hari ini (28/8), pasangan petahana H M. Sanusi-Lathifah Shohib (Salaf) dijadwalkan mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang. Pasangan caon (paslon) yang diusung enam partai politik (parpol) itu menargetkan bisa mendulang 70 persen suara.

”Kami optimistis memperoleh 70 persen suara,” ujar Sanusi saat menghadiri Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang.

Pada Pilkada 2020 lalu, Sanusi head to head dengan Lathifah. Sanusi yang berpasangan dengan Didik Gatot Subroto tersebut berhasil mendulang 530.449 suara. Kemudian, pasangan Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono mengumpulkan 491.816 suara.

Dalam pilkada 2024, Sanusi dan Latihah bersatu. Jika perolehan suara keduanya pada pilkada 2020 lalu digabungkan, maka terkumpul 1.022.265 suara. Itu merupakan 84 persen dari total 1.214.787 suara sah.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok mengatakan, Lathifah diyakini mampu menyempurnakan kekuatan Sanusi. Karena itu, Gerindra menganggap hal tersebut sebagai alasan utama mengusung paslon Sanusi-Lathifah. “Kekuatan afiliasi yang kemarin memenangkan Prabowo-Gibran akan menjadi kekuatan inti untuk melanjutkan kemenangan Sanusi-Lathifah,” kata Chusni kemarin.

Chusni mengatakan, koalisi yang dibangun sudah solid. Sejauh ini sudah ada enam parpol yang bergabung. Yakni PDIP, PKB, Gerindra, Nasdem, PPP, dam PSI. Pada pemilihan legislatif (pileg) 2024 lalu, PDIP berhasil mendulang 352.407 suara, PKB 291.288 suara, Gerindra 255.939 suara, Nasdem 131.429 suara, PPP 59.877 suara, dan PSI 30.735 suara.

Jika ditotal, dia mengatakan, suara parpol tersebut terkumpul 1.121.675 suara. Jika seluruh Daftar Pemilih Sementara (DPS) memberikan suara dan pendukung keenam parpol tetap memilih calon yang diusung parpolnya, dia melanjutkan, maka total suara yang diperoleh sekitar 54,29 persen. Untuk diketahui, jumlah DPS saat ini 2.065.986 orang.

Tapi tidak semua yang terdaftar dalam DPS akan menggunakan hak suaranya. Bisa jadi jumlah pemilih dalam pilkada 2024 menyusut. Dengan demikian, perolehan suara untuk pasangan Sanusi-Lathifah bisa jadi lebih besar. Tapi bisa juga menyusut.

Faktor lain yang memengaruhi adalah loyalitas pemilih. Tidak semua pemilih yang mencoblos parpol tersebut pada Pileg 2024 akan tetap setia pada parpol yang sama. Bisa saja akan beralih ke parpol lain. Tapi pasangan Sanusi-Lathifah juga berpeluang mendapat tambahan dari pemilih parpol lain pada pileg 2024 lalu.

Terpisah, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi mengatakan, paslon Sanusi-Lathifah maupun Gunawan-Umar memiliki peluang 50-50. Sehingga akan terjadi rivalitas yang sangat ketat. “Jika mesin partai pendukung bergerak serempak, tentu Sanusi-Lathifah lebih leading,” kata Wahyudi.

”Tapi jika Gunawan-Umar berasal dari konstituen yang beririsan, maka akan saling mengiris,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, artinya beririsan yakni Sanusi saat ini didukung oleh PDIP. Padahal Gunawan juga berasal dari PDIP. Maka diperkirakan akan terjadi tarik-menarik di akar partainya. Begitu pula dengan Lathifah dan dr Umar yang basis dukungannya sama-sama dari Nahdlatul Ulama (NU). Maka akan terjadi perebutan pengaruh di kelompok yang sama.(yun/dan).

 

Editor : Mahmudan
#Bupati malang sanusi #pilkada malang #PDIP