Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

9.474 Bocah di Kabupaten Malang Teridentifikasi Stunting! Ini Daftar Penyebabnya

Mahmudan • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 18:30 WIB
Infografis Antisipasi Stunting.
Infografis Antisipasi Stunting.

KABUPATEN - Angka stunting (pertumbuhan terhambat) di Kabupaten Malang masih tinggi.

Dari sekitar 147.239 keluarga yang diukur, teridentifikasi 9.474 anak mengalami stunting.

Namun, data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun ini ada 27.636 keluarga rentan stunting (KRS).

Mereka tersebar di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang.

Sebagai informasi, keluarga berisiko stunting memiliki satu atau lebih faktor risiko.

Di antaranya terdiri atas keluarga yang memiliki anak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-23 bulan, anak usia 24-59 bulan, dan berasal dari keluarga miskin.

Kemudian pendidikan orang tua relatif rendah, kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, dan air minum tidak layak.

Salah satu upaya Pemkab Malang untuk mencegah stunting adalah memberikan bantuan bahan makanan bergizi.

Seperti ayam dan telur yang berfungsi sebagai sumber protein.

Senin lalu (26/8), untuk kali pertama pada 2024, bantuan tersebut disalurkan kepada 724 KRS di Kecamatan Pakisaji.

Pemberian bantuan itu dilaksanakan di Kantor Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji.

“Bantuan yang diberikan berupa 1 ekor ayam dengan berat 0,9-1,1 kilogram dan 10 butir telur,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi.

Dia mengungkap, tidak hanya di Pakisaji yang mendapat bantuan.

Tapi dua kecamatan lain juga akan menerima bantuan serupa.

Yakni Bululawang dan Wagir. Pemberian bantuan bahan makanan juga akan dilanjutkan untuk 30 kecamatan lainnya.

Dengan demikian, dia melanjutkan, terdapat 27.636 ekor ayam atau sekitar 27 ton ayam dan 276.360 butir telur yang dibagikan.

“Untuk ayam diberikan dalam bentuk frozen dan sudah siap dikonsumsi.

Telurnya sudah dikemas 10 butir per kemasan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang tersebut menambahkan, bantuan akan diberikan secara bertahap hingga September nanti.

Dalam sepekan, dia mengatakan, setiap keluarga rentan stunting akan menerima enam kali bantuan.

Karena frekuensi pemberian bisa dibilang cepat, masyarakat diimbau tidak menjual bantuan tersebut.

Diharapkan bantuan itu dimanfaatkan sebaikbaiknya untuk konsumsi anak-anak mereka.

Tujuannya supaya program zero stunting dapat segera terwujud. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Stunting #BKKBN #Kabupaten Malang