Informasi dalam artikel ini tidak bermaksud untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan diri ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
SUMAWE - Pria asal Bondowoso ditemukan tewas tergantung di pos ronda RT 14 R W03 Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kemarin (30/8).
Lehernya terlilit kain sarung.
Belakangan diketahui bahwa pria berusia 30 tahun tersebut berinisial RB.
Jenazah RB ditemukan warga sekitar pukul 01.15 dini hari.
Beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia, korban bertemu Kiptia, 39, warga sekitar.
Sekitar pukul 16.00, korban bertemu Kiptia.
”Tujuannya untuk mencari bibinya yang bernama R, 47. Dia datang ke rumah saksi (Kiptia) untuk bertanya keberadaan rumah FH, 28, (sepupu korban),” terang Kapolsek Sumawe Iptu Loto Condro Siswanto kemarin.
Kiptia pun memberi tahu arah rumah FH. Setelah bertemu FH, korban bercerita bahwa dia sudah keliling mencari keberadaan R, tapi tak kunjung ketemu.
“Penuturan dari warga, orang yang dicari korban itu sedang sibuk mengurus kegiatan warga berupa karnaval,” imbuh Condro.
Pukul 17.00, RB ditinggal sendirian di rumah FH.
Karena dia juga mau menyaksikan anaknya yang ikut pawai kebudayaan tersebut.
Korban berada di rumah FH itria hingga sekitar pukul 20.00.
Sampai di waktu tersebut, semua masih terlihat normal.
Korban masih mau makan apa yang disuguhkan saksi.
Kemudian pukul 21.00, FH pamit tidur ke korban.
Di saat yang sama, RB juga pamit ke toilet.
FH tidak tahu kejadian setelah pergi istirahat tersebut.
Namun dari keterangan beberapa warga, RB masih berkeliling di permukiman, sambil melihat karnaval.
Kemudian pukul 01.00 dini hari, FH mendengar kegaduhan warga di depan rumahnya.
Di depan rumah itulah, lokasi pos ronda tempat RB mengakhiri hidupnya berada.
Dia ditemukan tak bernyawa dengan leher terlilit kain sarung dengan panjang 1,5 meter.
Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kemudian mengevakuasi jenazah RB ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan.
Namun keluarga korban yang datang dari Bondowoso menolak dilakukan visum et repertum (VER) dan otopsi.
“Keluarga korban menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Karangploso tersebut. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana