KABUPATEN - Kemasan seni, drama, dan tari (sendratari) yang ditampilkan dalam Kanjuruhan Culture Carnival (KCC) di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen kemarin (31/8) begitu mengesankan.
Perwakilan berasal dari 33 kecamatan yang menjadi kontingennya berlomba-lomba menampilkan potensi wilayahnya.
Ada yang menampilkan potensi sumber daya alam, pertanian, hingga wisata sejarah.
Contohnya kontingen dari Kecamatan Tirtoyudo.
Mereka menampilkan tema pesona kopi Margading (masyarakat Ampelgading).
Para penari mengenakan pakaian berwarna kombinasi emas dan biru, Mereka turun membawa bakul (wadah beras) dan replika tanaman kopi.
Baca Juga: Hari Ini Digelar KCC, Jalibar Malang Ditutup
Kisah sejarah dari kecamatankecamatan di Kabupaten Malang juga ditampilkan.
Seperti dilakukan Kecamatan Pakis, yang menampilkan tarian kolosal dengan tema Babad Alas Pakis oleh Mbah Mangku Jati.
Mereka menyajikan cerita rakyat Syekh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia dalam membuka kawasan hutan di Pakis untuk dijadikan permukiman.
Ada drama yang menampilkan Syekh Maulana dalam melawan makhluk halus penghuni hutan tersebut.
Penampilan mereka mendapat applause dari ribuan penonton.
Serupa dengan Kecamatan Pakis, Kecamatan Tajinan juga menyajikan cerita sejarah tentang situs Patirtaan Ngawonggo.
Ada sosok Dewi Sri yang ditampilkan untuk menggambarkan perjalanan situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno itu.
Seperti diberitakan sebelumnya KCC tahun ini adalah tahun kedua. Event itu diselenggarakan sekaligus untuk memperingati hari jadi Kabupaten Malang ke 1.264.
Dalam sambutannya, Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan bila acara itu memang ditujukan untuk mempromosikan kebudayaan dan kesenian lokal di Bumi Kanjuruhan.
Ke depan, dia bertekad untuk melambungkan KCC menjadi event internasional.
”Tahun depan kami berencana akan undang (tamu dari) banyak negara. Termasuk dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Kementerian Desa untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Malang,” terang dia.
Politisi PDIP itu melihat sudah ada peningkatan pertunjukan yang disajikan peserta dari tahun sebelumnya.
Setidaknya, pada penyelenggaraan tahun ini ciri khas masing-masing wilayah lebih tertonjolkan.
Hadirnya KCC itu juga mempertegas beragamnya tempat wisata di Kabupaten Malang.
Sanusi menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki tempat wisata yang meraih banyak penghargaan tingkat nasional dan internasional.
Sebut saja Pujon Kidul, Boon Pring Turen, dan Bowele.
”Kabupaten Malang ini punya potensi untuk dikembangkan ke tingkat dunia,” tandas dia. (biy/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana