KEPANJEN – Banyaknya lahan yang kebakaran membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang waspada. Agar tidak semakin banyak kebakaran, dipasang banner di 11 titik rawan kebakaran.
Lokasinya tersebar di delapan kecamatan, rata-rata di lereng-lereng. 11 titik tersebut di Kecamatan Singosari, Kromengan, Pagak, Dampit, Pujon, Kepanjen, dan Bantur. Selain itu, juga terpasang di Kalipare sebanyak tiga titik. ”Yang sudah di pasang ada beberapa, contohnya di Desa Sumberagung, Pagak,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang Zainudin kemarin.
Banner tersebut bertuliskan stop pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka memasang banner tersebut di trek menuju hutan yang dirasa masih ada aktivitas manusia, baik warga sekitar maupun pendaki. ”Seperti pencari rumput atau kayu, serta pendaki gunung. Agar mereka tak membuang putung rokok atau menyalakan api unggun,” tambahnya.
Pihaknya menarget selesai pemasangan banner pada Minggu depan. Diharapkan dengan adanya banner tersebut bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman karhutla. Di Musim kemarau ini, BPBD mencatat sudah lebih dari tiga kali terjadi karhutla.
Salah satunya di petak 117 A HL (Hutan Lindung) dan petak 116 C HL di bukit Pager Watu Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari pada Juli lalu. Luas area yang terbakar sekitar 21 hektare.(iza/dan)
Editor : Mahmudan