Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puluhan Pedagang Terimbas Proyek Pelebaran Jalan Gondanglegi-Balekambang

Mahmudan • Jumat, 6 September 2024 | 15:10 WIB

 

SIAP-SIAP: Pedagang buah di tepi Jalan Dr Wahidin, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi siap boyongan.
SIAP-SIAP: Pedagang buah di tepi Jalan Dr Wahidin, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi siap boyongan.

 

GONDANGLEGI – Pedagang di ruas Jalur Gondanglegi-Balekambang terimbas proyek pelebaran. Sebelum yang menghabiskan biaya ratusan miliar dimulai, para pedagang itu terpaksa harus boyongan.

Seperti diberitakan, tahun ini Pemkab Malang memperbaiki jalan di jalur Gondanglegi-Balekambang. Pengerjaannya dibagi menjadi dua lot. Lot 16 A dari Gondanglegi-Wonokerto (Bantur). Kemudian lot 16 B jalur Wonokerto-Balekambang. Biaya pembangunannya ditanggung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI. Total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 30,4 kilometer itu mencapai Rp 343,7 miliar. Selain perbaikan, jalur wisata tersebut juga dilebarkan. Saat ini selebar 6-7 meter, rencananya akan dilebarkan menjadi 13 meter.

Camat Gondanglegi Ahmad Muwassi Arif mengatakan, hal tersebut sudah diinformasikan kepada para pedagang. Di Gondanglegi saja terdapat sekitar 10 lapak, tepatnya di tepi Jalan Dr Wahidin, Desa Gondanglegi Kulon. Menurutnya, pedagang sudah siap jika memang harus pindah. “Mereka sudah sadar bahwa itu bukan tanah miliknya,” ucapnya saat peninjauan Jalan Gondanglegi-Balekambang Rabu lalu (4/9).

Dari sekitar 31 kilometer jalan yang akan dilebarkan, dia mengatakan, wilayah Gondanglegi hanya terkena 500 meter. Sehingga pedagang yang terdampak juga tidak terlalu banyak. “Ada juga dua toko di pojok yang akan terkena pembebasan. Tapi semua sudah dikomunikasikan dan tuntas,” kata dia.

Hendrik Budi Cahyono, salah satu pedagang buah di tepi Jalan Dr Wahidin mengaku siap pindah saat proses pelebaran jalan. Asalkan ketika pelebaran sudah tuntas, dia diizinkan berjualan di tempat semula. “Selama proses perbaikan, kami mungkin tutup. Setelah selesai, kalau dibolehkan, kami jualan lagi. Mungkin, tempatnya agak ke belakang,” ucap pria berusia 43 tahun itu.

Warga Kecamatan Ampelgading itu mengaku pekerjaan utamanya berjualan buah. Sehingga meski lapak tutup, dia akan berjualan menggunakan mobil sebagai alternatif. Bahkan, menurutnya, hampir 30 orang di sekitar 10 lapak itu pekerjaan utamanya sebagai pedagang. ”Kami berharap dapat berjualan di tempat semula begitu pelebaran jalan tuntas,” katanya.

Saat ini, proyek perbaikan jalan di jalur Gondanglegi-Balekambang baru saja selesai lelang. Dengan demikian, dalam waktu dekat akan dimulai pengerjaan fisik.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#gondanglegi malang #Pedagang #proyek jalan #balekambang