KABUPATEN - Ratusan orang berdiri membentuk huruf U di pinggir Pantai Bajulmati, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, kemarin sore (7/9).
Masing-masing membawa batok kelapa berisi tukik (anakan penyu). Total tukik yang dibawa dalam mangkok mencapai dua ribu ekor.
Seluruh tukik itu kemudian dilepasliarkan untuk merayakan Gebyar Konservasi 2024 sekitar pukul 16.00
Kegiatan tersebut digelar Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) bersama PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang.
Ada beberapa komunitas juga yang mengikutinya. Seperti mahasiswa hingga masyarakat umum.
Humas BSTC Dwi Tientus menjelaskan, ada 100 sarang penyu yang ditemukan oleh pihaknya. Jumlah itu lebih banyak dari tahun lalu, yang berkisar 32 sarang.
”Semua sarang penyu yang ditemukan, kurang lebih memiliki delapan ribu sampai 10 ribu telur dalam satu musim,” jelas dia.
Sebagian telur ada yang direlokasi di Pantai Bajulmati. Jangka waktu relokasi berbeda-beda. Namun, waktu inkubasi telur biasanya memakan waktu 45 sampai 65 hari.
Selama direlokasi, telur akan dirawat sampai menetas. Setelah menetas menjadi tukik, tukik diberi makan daging ikan tuna segar.
”Jika sudah siap, tukik bisa dilepasliarkan. Baik di Pantai Bajulmati maupun pantai tempat telur penyu ditemukan,” imbuh Dwi.
Untuk waktu pelepasliaran dilakukan antara pagi atau sore. Bergantung kondisi perairan serta cuaca.
Selain itu, untuk menghindari predator seperti burung pelikan yang aktif pada siang hari. Menurut Dwi, kegiatan konservasi berlangsung diseluruh pantai di Malang Selatan.
Mulai Pantai Modangan di Kecamatan Donomulyo sampai Pantai Licin yang berbatasan dengan Lumajang.
Kegiatan konservasi juga mendapat izin dari pihak terkait. Yakni Perhutani KPH Malang dan BBKSDA Jawa Timur.
”Kami sudah diizinkan untuk memanfaatkan 0,5-0,6 hektare lahan di kawasan Pantai Bajulmati untuk kegiatan konservasi,” sebutnya.
Dwi menambahkan, kegiatan konservasi penyu itu penting dilakukan. Sebab, saat ini penyu di Indonesia cukup langka.
Jika di dunia jumlah penyu tujuh jenis, di Indonesia ada enam jenis. Lima di antaranya bisa ditemukan di Pantai Bajulmati.
Yakni penyu lekang, penyu ijo, penyu pipih, penyu sisik, dan penyu belimbing. Setiap jenis penyu memiliki peran pada ekosistem.
Salah satunya penyu belimbing, yang kini langka. Di Pantai Bajulmati, penyu belimbing terakhir terlihat pada 2023. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana