Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

461 Prajurit Muda Terima Baret Ungu Marinir, Begini Suasana Pembaretan di Kondang Iwak Malang Selatan

Bayu Mulya Putra • Senin, 16 September 2024 | 18:02 WIB
TUNTASKAN PENDIDIKAN 77 HARI: Dankormar Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi dan Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah diangkat prajurit muda Marinir setelah sesi pembaretan
TUNTASKAN PENDIDIKAN 77 HARI: Dankormar Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi dan Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah diangkat prajurit muda Marinir setelah sesi pembaretan

KABUPATEN - Setelah menjalani pendidikan komando selama 77 hari, 461 prajurit muda dikukuhkan menjadi anggota Marinir, kemarin (14/9) di Pantai Baruna Kondang Iwak, Kabupaten Malang.

Sebelum menerima baret ungu sebagai tanda keanggotaan, ada lima tahapan yang harus ditempuh mereka.

Yakni tahap dasar komando, tahap laut, tahap hutan, tahap gerilya lawan gerilya dan tahap lintas medan.

Prajurit yang mengikuti pendidikan itu terdiri dari 119 dikmaba (bintara) angkatan 43 gelombang 2, dan 342 dikmata (tamtama) angkatan 43 gelombang 2.

Sebelumnya, di tahap lintas medan, mereka harus berjalan kaki dari Banyuwangi hingga Pantai Baruna Kondang Iwak.

Tahap terakhir atau kelima, mereka harus berjalan sejauh 410 km selama 10 hari.

”Tradisi pembaretan ini untuk memupuk kebanggaan sebagai prajurit Marinir,” kata Dankormar Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi.

Setelah proses itu, mereka akan disebar ke pelosok tanah air.

Bergabung di satuan Pasmar 1 hingga 4.

Dia berpesan agar anggota Marinir yang baru bisa menjadi pribadi yang rendah hati dan berbakti kepada bangsa.

Upacara ditutup dengan demontrasi sparko dan serangan kilat.

Sesaat kemudian prajurit bernyanyi dan mengangkat Mayhen TNI (Mar) Endi Supardi dan Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah.

Acara berakhir dengan orang tua dan sanak famili yang mendatangi para anggota Marinir di tepi Pantai Baruna.

Lukhoni, 52, dari Bekasi memakaikan baret ungu kepada anaknya, Renald Ilham Kamal.

”Cita-cita saya memakaikan ini akhirnya kesampaian setelah 6 kali gagal,” kata dia.

Sementara Ririn Surya Ningsih, 40, dari Bangil Pasuruan menangis di pelukan Dimas Surya Okta Firmansyah, anaknya.

Dia bersyukur, setelah lima kali gagal dalam pendaftaran, anaknya bisa lolos pada percobaan yang keenam.

”Saya lega bisa membanggakan orang tua, Bangga dengan baret saya, bisa lewati pendidikan 77 hari,” kata Dimas. (mon/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Terima #marinir #baret ungu #muda #prajurit