KEPANJEN – Proyek pembangunan jalan di jalur Gondanglegi-Balekambang berdampak terhadap akses wisatawan.
Ketika pengerjaan dimulai, ada kemungkinan wisatawan yang menuju Balekambang akan memutar lebih jauh.
Bisa jadi lewat jalur Kepanjen-Pagak atau Turen-Sumbermanjing Wetan.
”Kalau jalur lain seperti Kalipare-Donomulyo kan masih pengerjaan di Jalan Rajekwesi,” ujar Kabid Lalin Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Willy Deny Permana, beberapa waktu lalu.
Skema perubahan jalur bisa terjadi karena proyek dimulai dari pembongkaran jembatan.
Semua jembatan di sepanjang jalur Gondanglegi-Balekambang akan dibongkar.
“Ada sekitar lima titik jembatan, di sepanjang Gondanglegi-Balekambang,” ungkap pejabat eselon III B Pemkab Malang itu
Saat pembongkaran jembatan dimulai, akses utama menuju Balekambang akan terputus.
Dia belum mengetahui apakah bakal dipasang jembatan darurat atau tidak.
”Kalau pun ada melewati jalan desa-desa, perlu dipastikan apakah bisa dilintasi mobil dan cukup untuk berpapasan,” kata dia.
Namun, dia mengatakan, perubahan jalur itu merupakan skema terburuk.
Dia berharap perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang tidak berdampak ke wisatawan.
Selama ini, wisatawan luar kota yang menuju Pantai Balekambang melewati jalur Gondanglegi-Bantur, kemudian berujung di Balekambang.
Itu merupakan jalur tercepat dibanding melewati Kepanjen-Pagak atau Turen-Sumbermanjing Wetan.
Bila skema perubahan jalur harus diberlakukan, pihaknya akan memasang papan imbauan di simpang tiga Gondanglegi yang mengarah ke Bantur.
Selain itu, pihaknya akan memasang papan penunjuk jalan.
Sementara ini, pihaknya mencopot rambu lau lintas di sepanjang jalan Gondanglegi-Balekambang. Progres pencopotan rambu berkisar 70 persen.
”Pencopotan rambu lalu lintas sudah sampai Wonokerto ke utara,” katanya. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana