Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kentang Poncokusumo Malang Bisa Hasilkan Rp 330 Miliar Per Tahun

Mahmudan • Jumat, 20 September 2024 | 15:10 WIB

 

PANEN RAYA: Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicena Sani Putera (dua dari kiri) bersama petani kentang di Desa Ngadas, Poncokusumo.
PANEN RAYA: Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicena Sani Putera (dua dari kiri) bersama petani kentang di Desa Ngadas, Poncokusumo.

 

 

PONCOKUSUMO – Perputaran uang hasil pertanian kentang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo bisa mencapai Rp 330 miliar per tahun. Itu jika digarap maksimal. Sebab lahan yang ditanami kentang mencapai 350 hektare. Sementara satu hektare lahan bisa menghasilkan 30 ton kentang.

”Asumsi tersebut dengan perhitungan harga kentang Rp 15 ribu per kilogram,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicena Sani Putera seusai Focus Group Discussion (FGD) di kantor Kecamatan Poncokusumo kemarin (19/9).

Dalam FGD tersebut juga digelar penandatangan bersama dan launching program "Kembange Tani Bersiul". Program tersebut merupakan kolaborasi multi stakeholder dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Yakni melalui model kemitraan yang modern. Fokusnya mengembangkan kentang di Desa Ngadas, Poncokusumo.

Seperti yang diberitakan, tanaman kentang di Desa Ngadas sudah turunan yang ke sekian. Sehingga produktivitasnya terus merosot. Lalu ada percobaan untuk menggunakan kentang G2 varietas granola. Hasilnya, produktivitas meningkat. Dari sebelumnya 7-8 ton per hektare, kemudian mencapai 30 ton per hektare. “Meningkat 400 persen,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia menambahkan, bila menggunakan bibit yang lama  dengan luas lahan sekitar 350 hektare produktivitas mencapai sekitar 5.000 ton dalam setahun. Dengan keberhasilan uji coba tersebut, pihaknya mendorong intervensi benih untuk menggunakan bibit kentang G2.

Bila hal itu bisa terealisasi, maka berpotensi meningkatkan produksi mencapai 22 ribu ton. Diasumsikan harga kentang sekitar Rp 15 ribu per kilogram, estimasi perputaran uangnya menembus Rp 330 miliar.

Sedangkan Kepala Desa (Kades) Ngadas Mujianto mengakui adanya peningkatan produktivitas dengan bibit unggul tersebut. Bahkan ada yang bisa mencapai 50 ton dalam satu hektare.

Dia mengatakan, saat ini yang dibutuhkan petani ialah saluran air ke lahan. ”Biasanya ya bergantung musim hujan,” jelasnya. Saat musim kemarau, para petani memanfaatkan embung-embung untuk menyimpan air. Sehingga penyiraman kurang maksimal.(iza/dan)

Editor : Mahmudan
#poncokusumo malang #petani kentang #Kentang