Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gedung Baru RSUD Kanjuruhan Malang Telan Rp 11,5 Miliar

Mahmudan • Senin, 23 September 2024 | 16:15 WIB

 

Seorang pengendara sepeda motor melintasi gedung baru di RSUD Kanjuruhan Malang
Seorang pengendara sepeda motor melintasi gedung baru di RSUD Kanjuruhan Malang

 

KEPANJEN - Pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan terus dikembangkan. Tahun ini membangun gedung setinggi dua lantai dengan biaya sekitar Rp 11,58 miliar.

Gedung dua lantai itu terdiri atas 28 Tempat Tidur (TT). Dengan rincian 14 TT di lantai tiga dan 14 TT di lantai empat Gedung Gajah Mada. Sementara saat ini, di RSUD Kanjuruhan sudah terdapat sekitar 240 TT.

Plt Direktur RSUD Kanjuruhan dr Bobi Prabowo SpEM KEC MBiomed menyebutkan, pembangunan gedung dua lantai tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 11,58 miliar. Pelaksanaannya pun lebih cepat dari perencanaan awal. “Mudah-mudahan, Desember minggu kedua sudah tuntas dan bisa segera ditempati,” ucapnya.

Seperti diberitakan, penambahan TT tersebut karena Bed Occupation Rate (BOR) terus meningkat. Dari yang awalnya sekitar 38 persen, pada 2023 lalu meningkat menjadi 70 persen. Kemudian, pada 2024 sudah mencapai 80-90 persen. Padahal, Bobi mengatakan, BOR yang paling sehat untuk rumah sakit sekitar 65-70 persen.

Sementara itu, dia juga menjelaskan, KRIS bukan berarti semua kelas disamakan. Dalam penerapan KRIS, tetap ada kelas I, II, dan III. Tapi seluruh ruangannya telah terstandar. Sebagai contoh, dalam satu ruangan, maksimal ada 4 bed. Kemudian di ruangan tersebut sudah ada satu kamar mandi. Kelengkapan lainnya seperti ners station, ners calling, hingga ventilasi dan pencahayaan. “Hampir 95 persen, tempat rawat inap kami sudah menerapkan KRIS. Tinggal ruang isolasi yang digunakan saat pandemi Covid-19 yang belum sesuai KRIS,” lanjut alumni Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

Dengan adanya penambahan ruangan tersebut, dia juga sedang merencanakan penambahan SDM. Namun penghitungan kekurangan tenaga kesehatan (nakes) masih belum dilakukan. Sehingga pihaknya akan mengoptimalkan sekitar 814 orang nakes yang sudah tersedia. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#rs malang #RSUD Kanjuruhan