Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Landungsari Malang Setor Pendapatan Rp 1,2 M

Mahmudan • Rabu, 2 Oktober 2024 | 14:15 WIB

 

MAKIN RAMAI: Pedagang sayur di Pasar Landungsari melayani pembeli kemarin (1/10). Ke depan akan ditambah lapak untuk penjual pakaian.
MAKIN RAMAI: Pedagang sayur di Pasar Landungsari melayani pembeli kemarin (1/10). Ke depan akan ditambah lapak untuk penjual pakaian.
 

 

DAU - Pasar Landungsari, Kecamatan Dau bisa meraup pendapatan besar. Setiap tahunnya, pasar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirto tersebut menyetorkan retribusi miliaran rupiah.

”Per tahun, pasar desa landungsari mampu menyumbang PADes Rp 1,2 miliar,” ujar Kepala Desa Landungsari Asyarul Khakim kemarin.

Pendapatan tersebut diperoleh dari dari sewa bedak, lapak, kios, toilet, hingga parkir. Pendapatan yang masuk ke desa tersebut akan diputar kembali untuk kegiatan pembangunan desa. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes. Bahwa salah satu tujuan dibentuknya BUMDes adalah untuk memperoleh laba bersih bagi peningkatan PADes. Selain itu, dia mengatakan, juga untuk mengembangkan sumber daya ekonomi masyarakat desa secara maksimal.

Ketika PADes meningkat, dia melanjutkan, salah satu pengaruhnya adalah pengembangan desa. ”Pasar itu selalu ramai, terutama oleh mahasiswa. Di sini (Desa Landungsari) kan juga dekat dengan kampus,” kata Khakim.

Menurut dia, Pasar Landungsari beroperasi sejak pukul 00.00 dini hari hingga siang hari. Tapi ada juga beberapa lapak yang buka sampai 24 jam. ”Total pedagangnya ada 420 orang yang berasal dari berbagai kecamatan. Seperti Dau, Singosari, dan Pujon.

Untuk diketahui, Pasar Landungsari mulai berkembang sejak 2016. Pasar tersebut berdiri di atas lahan seluas 7.950 meter persegi. Di dalamnya terdapat 136 kios dan 368 unit lapak. Namun belum seperti pasar besar lainnya yang menyediakan lapak atau kios untuk kebutuhan sandang seperti pakaian. ”Selama ini hanya sayur-mayur, buah-buahan, dan lauk-pauk,” kata Khakim. “Tapi ke depan akan kami tambahkan stan untuk penjual pakaian. Pengembangannya di sisi selatan. Di seberang ruas jalan,” pungkasnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Pasar Desa #Kabupaten Malang #landungsari