PAKISAJI – Panti pijat Gea Massage di Jalan Nasional 23, Dusun Bendo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji digerebek polisi, Kamis malam (3/10). Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan empat orang.
Informasi yang dihimpun di lokasi, penggerebekan berlangsung sekitar pukul 18.30. Mulanya, seorang tamu laki-laki datang mengendarai mobil. Pria tersebut dilayani seorang pemijat perempuan bernama bunga (nama samaran).
Layanan dilakukan di lantai dua. Sekitar satu jam kemudian, tamu tersebut turun ke lantai satu diikuti bunga. Sementara di lantai satu sudah menunggu mami Sisca, 55, pemilik panti pijat. Di hadapan tamu tersebut, Bunga dimarahi mami Sisca hingga menangis.
”Kemudian bunga pulang. Tak berselang lama ada satu mobil masuk dan membawa empat orang di panti pijat, termasuk mami,” kata seorang pedagang di sekitar panti pijat yang menolak menyebutkan namanya itu.
Diduga, mobil tersebut berisi polisi dari Polda Jawa Timur yang berpakaian preman. Setelah membawa keempat orang, keesokan harinya polisi memasang police line. Pintu rolling door berwarna putih kusam yang biasanya selalu terbuka, kemarin tertutup rapat.
Informasi yang dihimpun di lokasi, panti pijat tersebut berisi 7 pegawai. Semuanya perempuan. Namun tamu yang dilayani tidak hanya laki-laki. ”Tempat ini melayani tamu laki-laki dan perempuan,” kata pedagang tersebut.
Terpisah, Ketua RT 5 RW 1 Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji Toha Wahyudi mengaku tidak mengetahui perihal penggerebekan tersebut. Namun pekan ini pihaknya serap mendapat laporan dari warga. ”Di tempat itu sering ada perempuan yang membawa tamu laki-laki masuk pada tengah malam,” kata dia. Padahal, dia mengatakan, jam operasi panti pijat tersebut sekitar pukul 07.00 hingga 19.00.
Dua tahun sebelumnya, Toha melanjutkan, Gea Massage pernah disegel Polda Jatim. Diduga terkait kasus sabu-sabu. ”Namun sekitar sebulan kemudian kembali beroperasi,” kata dia.
Hingga berita ditulis tadi malam pukul 20.00, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto tidak bisa dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim wartawan koran ini sejak siang hari tidak kunjung direspons.(aff/dan)
Editor : Mahmudan