Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalur Gondanglegi-Balekambang Malang Baru Rampung Dua Tahun Lagi

Mahmudan • Minggu, 6 Oktober 2024 | 18:10 WIB

 

IMBAS PELEBARAN: Beberapa pohon di Jalur Gondanglegi-Wonokerto, Kecamatan Bantur masih belum ditebang.
IMBAS PELEBARAN: Beberapa pohon di Jalur Gondanglegi-Wonokerto, Kecamatan Bantur masih belum ditebang.

 

GONDANGLEGI – Bagi masyarakat yang menunggu-nunggu pelebaran Jalur Gondanglegi-Bantur, sebaiknya bersabar. Pengerjaan di jalur utama menuju wisata Pantai Balekambang tersebut diperkirakan baru tuntas dua tahun lagi, yakni 2026.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan pada Jumat lalu (4/10), aktivitas penebangan pohon yang berlangsung beberapa pekan lalu, kini berhenti. Padahal, penebangan menjadi langkah awal sebelum dimulainya pelebaran jalan. Sebab, pohon di sisi kiri dan kanan ruas jalan harus dibersihkan, kemudian dijadikan ruas jalan. Dari total 1.900 pohon yang harus ditebang, sementara ini baru tergarap sekitar 20 titik pohon.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, pengerjaan fisik seharusnya sudah dimulai pada Oktober 2024. Sebab, lanjutnya, kontrak sudah ada. Selain itu, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) juga sudah diterbitkan, bahkan pengukuran di lapangan tuntas.

Anggaran dari Islamic Development Bank (IsDB) juga sudah turun sekitar 30 persen. Namun, katanya, Kemen-PUPR memiliki readiness criteria yang harus dicukupi. ”Sehingga memerlukan waktu,” ujar Oong, panggilan akrab Khairul Isnaidi Kusuma, Jumat lalu (4/10).

Disinggung mengenai penebangan pohon yang mandek, dia mengatakan, penebangan dilakukan untuk titik 0 saja. Yakni sekitar 1 kilometer. Setelah itu penebangan akan dilakukan bersamaan proses pengerjaan fisik jalan. “Penebangan kan cuma sebentar. Ketika titik bergeser lagi sesuai dengan jadwal, penebangan juga dilanjutkan,” kata dia.

”Intinya sambil berjalan, penebangan pohon sudah harus siap sebelum pengerjaan fisiknya,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia menyebutkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) bersama pemenang lelang terus melakukan persiapan pengerjaan fisik. Seperti menyiapkan lahan untuk direksi keet (kantor lapangan sementara) dan batching plant (lokasi untuk produksi beton siap pakai). “Sepertinya akan dibuat di Bantur yang strategis,” lanjutnya.

Oong juga menegaskan, proyek nasional tersebut bersifat multiyears. Akan tuntas dalam dua tahun ke depan. Untuk 2024 ditargetkan tuntas pengerjaan sampai 1,5 persen untuk Lot 16 A dan 5 persen untuk lot 16 B. “Yang terpenting, 2026 nanti sudah 100 persen dan akan segera dibangun tahun ini,” kata dia.

Seperti diberitakan, perbaikan jalan Gondangegi-Balekambang dibagi menjadi dua lot. Itu mengacu Kerangka Acuan Kerja (KAK) dari Kemen PUPR RI. Lot 16A dari Gondanglegi menuju Wonokerto. Panjangnya mencapai 16 kilometer. Kemudian lot 16B dari Wonokerto ke Balekambang memiliki panjang 14,48 kilometer. Biaya pengerjaan ditanggung Kemen-PUPR. Proyek tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 343,70 miliar.

Jalan tersebut akan dilebarkan menjadi 13 meter. Dengan rincian, badan jalan serta bahu jalan selebar 11 meter. Lalu drainase kanan-kiri selebar 1 meter. “Ketika proses pelebaran, langsung dilakukan pergeseran atau penggantian pipa air bersih,” kata Oong.

 

Untuk fondasi akan menggunakan Lapisan Pondasi Agregat B (LPB) 30 sentimeter dan Lapisan Pondasi Agregat A (LPA) 20 sentimeter. Selanjutnya, aspal dibangun Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan dasar. Setelah itu dilapisi Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#wisata malang #jalur wisata #Wisata balekambang