Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Gabah Kering Masih Stabil di Kabupaten Malang

Mahmudan • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 01:15 WIB
ANDALKAN IRIGASI: Para petani di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang memanen padi pada musim panen tahun ini. (INDAH MEI YUNITA /RADAR KANJURUHAN)
ANDALKAN IRIGASI: Para petani di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang memanen padi pada musim panen tahun ini. (INDAH MEI YUNITA /RADAR KANJURUHAN)

SUMBERPUCUNG - Harga gabah kering di musim kemarau relatif stabil.

Itulah yang dirasakan petani padi di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.

“Kalau lagi musim kemarau begini, harga GKP (Gabah Kering Panen) mencapai Rp 700 ribu per kuintal atau Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan kalau penghujan, cuma Rp 6.700 per kilogram,” kata Loso Indragiri, seorang petani asal Ngebeuk, Sumberpucung.

Petani 54 tahun itu menceritakan, satu hektare lahan bisa menghasilkan 50 sak atau setara 3,5 ton.

Hasil tersebut lebih baik dibanding panen sebelumnya, April 2024 lalu.

Sebab, saat itu, sering terjadi hujan setelah penanaman.

“Panennya hanya sekitar 40 sak atau setara 2,8 ton,” katanya.

“Kalau musim penghujan itu memang ada hama. Kalau panas begini malah aman,” tambah Indragiri.

Salah satu hama yang menjadi ancaman adalah wereng.

Sebab, hama tersebut akan hinggap di batang maupun daun, kemudian mengisap nutrisi padi.

Sehingga padi menjadi tidak produktif, bahkan dapat mengurangi hasil panen.

Tanaman padi yang sudah terserang hama wereng memang sulit ditanggulangi.

Sebab, penyebarannya sangat cepat dan berjumlah banyak.

Dia di Desa Ngebruk, dia mengatakan, rata-rata terdapat dua kali musim tanam dan musim panen.

Hal tersebut sesuai dengan kondisi di Kabupaten Malang pada umumnya.

Untuk menjaga kualitas padi, Indragiri memanfaatkan pupuk urea dan phonska bersubsidi. Sehingga biaya produksi dan harga jual padi seimbang. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#petani #Harga gabah kering #Stabil #Kabupaten Malang #musim kemarau #sumberpucung