Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalan Rajekwesi Malang Diprediksi Tuntas Bulan Depan

Mahmudan • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 13:10 WIB
INFRASTRUKTUR: Plt Bupati Malang Didik Gatot Subroto bersama rombongan Pemkab Malang meninjau proyek pengerjaan Jalan Rajekwesi, Kalipare.
INFRASTRUKTUR: Plt Bupati Malang Didik Gatot Subroto bersama rombongan Pemkab Malang meninjau proyek pengerjaan Jalan Rajekwesi, Kalipare.

 

KALIPARE – Tak lama lagi, Jalan Rajekwesi yang menghubungkan Kecamatan Kalipare dengan Donomulyo bisa dilintasi. Proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,46 miliar tersebut diprediksi rampung bulan depan, November 2024.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, pengeprasan tebing sepanjang sekitar 110 meter dengan ketinggian 40 meter itu sudah rampung. Kini, para pekerja mulai memasang u-ditch (saluran air) dari beton. Rencananya juga dipasangi beton penyangga tebing agar tidak longsor.

Untuk diketahui, Jalan Rajekwesi Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare ambrol akibat longsor pada awal 2024, sehingga ruas jalan terputus. Untuk memperbaikinya, pemerintah kabupaten (pemkab) malang mengeperas tebing 2 meter. Sehingga ruas jalan yang sebelumnya 3-4 meter, kini menjadi 5,5-6 meter.

Pengerjaan dilakukan oleh kontraktor CV CV Kharisma Putra Sejati dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Malang 2024. Terdapat tiga item pengerjaan untuk kegiatan tersebut. Yakni pengeprasan tebing, pembuatan u-ditch, dan Lapis Pondasi Agregat (LPA).

Alhamdulillah, Jalan Rajekwesi terus berproses. Akhir November depan targetnya bisa terselesaikan,” ujar Plt Bupati Malang Didik Gatot Subroto di sela meninjau pembangunan Jalan Rajekwesi, Rabu lalu (9/10).

Ketika perbaikan jalan bisa terselesaikan, maka lalu lintas dari Karangkates menuju Donomulyo sudah tidak ada kendala lagi. “Insya Allah untuk pelapisan aspal hotmix akan dimulai tahun depan,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Malang itu. Sebab, Didik menyebutkan, anggaran pada 2024 ini terbatas. Sehingga hanya cukup untuk pengerjaan sampai LPA.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma memaparkan, perbaikan tidak hanya pengaspalan. Tapi jalan tersebut juga akan diperlebar untuk semakin meningkatkan aksesibilitas. Dari yang sebelumnya 3 sampai 4 meter, dilebarkan menjadi 5,5 sampai 6 meter dengan panjang total 110 meter. Itu dibagi menjadi tiga titik. Titik pertama dan kedua memerlukan pengeprasan. Sedangkan titik ketiga tidak memerlukan pengeprasan tebing.

"Begitu pengeprasan selesai. Kami memang langsung kerjakan dinding penahan. Ini fungsinya untuk menggeser geometris jalan," kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang itu. Dia menjelaskan, ketika geometris jalan digeser, otomatis dinding penahan akan berada di atas tanah yang tidak stabil. Sehingga, harus ditarik mundur sekitar 2 meter.

"Begitu ditarik mundur 2 meter, sistemnya adalah dengan kantilever. Sehingga ketika banyak beban yang lewat ada di sini, struktur makin kuat," lanjut pria yang akrab disapa Oong itu.

Untuk diketahui, kantilever adalah sistem balok yang dicor dengan pemasangan menggunakan beton precast (dirakit) untuk menjaga keseimbangan. Kemudian akan dilanjutkan dengan pengerjaan LPA. Itu untuk menguji daya dukung tanah. Sebab, kondisi tanah di area tersebut cukup jenuh. Setelah tanah bisa kering baru dilakukan pengaspalan. (yun/dan).

 

Grafis:

Jalur Donomulyo-Kalipare

 

 

 

 

Editor : Mahmudan
#Jalan Rajekwesi #kalipare malang #Pemkab Malang