KEPANJEN - September menjadi bulan yang kerap terjadi musibah kebakaran.
Dalam kurun 30 hari terjadi 15 kali musibah kebakaran. Jika dirata-rata, setiap dua hari sekali ada satu perkara kebakaran.
Angkanya meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, Agustus.
“Sepanjang Agustus ada tujuh kali kebakaran,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpo PP Kabupaten Malang Sigit Yunianto.
Dia mengatakan, banyaknya peristiwa kebakaran sepanjang September lantaran faktor cuaca.
September merupakan akhir musim kemarau, sehingga suhu semakin panas.
Hal itu membuat dedaunan mengering, sehingga mudah terbakar.
“Sekarang ini masih musim kemarau. Kalau mau membuang sampah ya harus dipantau sampai titik api mudah terbakar,” katanya.
Mengacu data Damkar Kabupaten Malang, kebakaran didominasi lahan kosong.
“Lagi-lagi penyebabnya ya kelalaian membakar sampah,” lanjut Sigit.
Salah satu kebakaran terbesar terjadi di wilayah Perumahan Royal Asri, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis.
Pada 19 September lalu, lahan bambu seluas 700 meter persegi membara akibat salah satu warga yang lalai saat membakar sampah.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala potensi titik api.
Khususnya pada lahan-lahan sampah yang berada di dekat perumahan atau perkampungan warga. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana