Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Islamic Center Kabupaten Malang Butuh Perawatan

Mahmudan • Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:15 WIB
BERPOTENSI JADI WISATA: Seorang pengunjung Islamic Center melihat-lihat di area miniatur Kakbah, Jumat lalu (19/10). Foto bawah, beberapa titik lantai di gedung Islamic Center retak.
BERPOTENSI JADI WISATA: Seorang pengunjung Islamic Center melihat-lihat di area miniatur Kakbah, Jumat lalu (19/10). Foto bawah, beberapa titik lantai di gedung Islamic Center retak.

KEPANJEN - Islamic Center Kabupaten Malang di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen butuh perawatan.

Itu terlihat dari kondisi gedung yang dibangun sejak 2012 lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, rumput ilalang tumbuh hampir di setiap sudut bangunan.

Cat di beberapa gedung memudar dan warnanya mulai kusam.

Beberapa noda hitam menambah kesan tak terawat.

Sementara lantainya banyak yang retak.

Termasuk lantai di sekitar ka’bah yang menjadi pusat manasik haji.

Retakan keramik di lantai samping miniatur Makom Ibrahim paling menonjol. Tidak rata karena menggelembung.

Dua toilet di area yang pembangunannya memakan biaya Rp 8,5 miliar itu tak semuanya berfungsi.

Di area Islamic Center terdapat tiga kantor lembaga keagamaan.

Di antaranya kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Baznas, dan Badan Waqaf Indonesia (BWI) Kabupaten Malang.

Suasana masjid juga sepi. Walaupun sepi, tapi ada kalanya Islamic Center ramai pengunjung.

Terutama mendekati keberangkatan jamaah haji.

Sebab area tersebut menjadi lokasi manasik haji.

”Dari Malang Kota sama Kota Batu manasiknya di sini. Sering ya dari sekolah itu. Gratis tidak dipungut biaya,” imbuh dia.

Sepanjang Oktober ini ada 11 kali manasik haji.

Semuanya mendaftar ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang selaku pengelola.

Sedangkan September lalu 10 kali manasik haji.

”Ada yang satu rombongan itu seribu orang. Ada pula sampai 3.800 pengunjung,” kata Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos Kabupaten Malang Rohayani.

Disinggung mengenai kondisi gedung yang tidak terawat, Rohayani mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran perbaikan. Namun belum disetujui.

”Baru disetujui Rp 4 juta saat PAK tahun. Itu hanya untuk biaya ganti keramik saja,” ungkap dia.

Berdasar perhitungan dinsos, perawatan membutuhkan Rp 200 juta.

Itu hanya untuk mengecat ulang dan mengganti keramik.

Pihaknya berharap usulan perawatan Islamic Center disetujui.

”Dinsos sudah menyusunnya. Semoga saja disetujui,” tandas Yani. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Islamic Center #Kabupaten Malang #butuh perawatan