KABUPATEN - Jalur sepanjang lima kilometer di Jalan Raya Ketawang, Kecamatan Gondanglegi dipenuhi puluhan ribu warga, kemarin sore.
Mereka berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pagelaran kostum dan sound horeg di Pesona Gondanglegi ke-12 Seperti tahun-tahun sebelumnya, kostum karnaval yang ditampilkan 33 tim peserta cukup beragam.
”Untuk tahun ini ada 23 tim yang daftar dari Gondanglegi. Sisanya dari kecamatan sekitar, seperti Kecamatan Pagelaran dan Kromengan,” ujar Rosalina Tri Riski, Sekretaris Event Pesona Gondanglegi.
Dia menyebut bila event tahunan itu menyedot dua kali lipat pengunjung dibanding tahun lalu.
Estimasinya mencapai 100 ribu pengunjung.
Riski memprediksi itu disebabkan karena setiap peserta membawa sound horeg sendiri-sendiri.
Sehingga Pesona Gondanglegi yang dulunya didatangi oleh masyarakat yang gemar melihat kostum-kostum unik, sekarang bercampur dengan masyarakat yang juga gemar dengan sound horeg.
Pesona Gondanglegi tahun ini mengambil tema kawicaksanan karya.
Tema itu mengharuskan peserta kreatif dalam menggabungkan kebudayaan dan Artificial Intelligence (AI).
Sehingga tidak hanya model kostum saja yang ditonjolkan.
Seperti ditunjukkan salah satu tim peserta dengan nama Pupuk Bawang.
Tahun ini mereka menghadirkan kostum dengan tema Ciung Wanara.
Kostum yang mereka produksi sendiri itu berbentuk ayam jantan yang garang.
Mereka ingin menunjukkan ayam yang biasanya digunakan dalam adu ayam, kalau digabungkan ternyata bisa damai.
”Jadi kami ingin menunjukkan agar sesama manusia jangan bermusuhan atau adu domba,” kata Bala Pikachu,
Wakil Ketua Pupuk Bawang Project. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana